logo logo

Langkah ke 2 untuk menaikkan laba usaha

Halo semuanya, terimakasih telah meluangkkan waktu anda untuk membaca tulisan kami di sini, beberapa waktu yang lalu kami menyebutkan 5 langkah untuk menaikkan laba suatu usaha atau menaikkan pesona diri kita dimata orang lain. Kali ini kami akan meneruskan langka ke 2 dari 5 langkah tersebut, yakni  Perbanyak orang tahu tentang produk /jasa kita tersebut mengunjungi dan menjadi mitra usaha kita/pembeli produk/jasa kita.

Langkah ke 2 ini sangat penting sekali, kadang kala kita membuang uang kita dengan mengeluarkan banyak uang untuk melakukan banyak cara seperti di langkah pertama, yakni cara kita membuat produk/jasa kita dikenal dan diketahui oleh orang lain. Menurut pendapat kami cara cara seperti publikasi/press release, referal dan endorsement adalah cara yang paling murah dibandingkan dengan cara lain, namun kita perlu cek dan ukur terlebih dahulu, jika ke 3 cara tersebut kita tes dan ukur secara tepat dan kita lakukan dengan tepat, paling tidak ke 3 cara tersebut akan mendatangkan calon/prospek pelanggan ke dalam usaha kita. Namun apakah cara yang lain seperti  memakai advertising/iklan, memakai direct mail/surat langsung, memakai salesman/direct sales, memakai keagenan, dengan telemarketing, dengan join venture, dengan menginduk kepada merk yang lebih besar, memberikan seminar, dan melakukan pameran ditempat keramaian  tidak kita lakukan ?

Menurut kami, sebaiknya kita lakukan semua cara tersebut sesuai dana dan keterampilan yang kita miliki. Pada awalnya kita lakukan secara lokal,kemudian kita tes dan ukur untuk kita lakukan secara regional. Saran kami, selalu tes dan ukur hasil dari semuanya itu. Dan selalu ulangi cara-cara yang menghasilkan penghasilan ke dalam usaha kita.

Kembali ke langkah ke 2 bagaimana menaikkan laba dari usaha kita, bagaimana cara orang yang tahu tentang produk /jasa kita tersebut mau mengunjungi dan menjadi mitra usaha kita/pembeli produk/jasa kita?

Ada  hal yang perlu kita lakukan supaya orang yang tahu tentang kita tersebut mengunjungi kita dan membeli produk/jasa kita.

1. Fokuskan segala kata-kata yang kita gunakan dalam memasarkan usaha kita  merupakan penawaran  agar orang mau datang dan membeli/berhubungan dengan kita. Menurut Mark Victor Hansen dalam bukunya One Minute Millionare bahwa kita harus fokus ke USP, yakni Ultimate Advantage, Sensasional Offer dan Powerfull promise. Jadi kata-kata yang kita gunakan harus mempunyai 3 komponen tesebut. Apakah keuantungan bagi pembeli produk kita? Apakah yang mereka dapatkan dari membeli produk kita selain barang/jasa yang kita berikan? dan apa jaminan / janji kita terhadap produk/jasa kita agar pembeli tersebut  tidak kecewa setelah membeli produk/jasa kita. Marilah kita pikirkan nilai lebih apa yang kita tawarkan kepada calon pelanggan kita, sehingga mereka seakan-akan tampak bodoh jika tidak membeli dan menggunakan produk/jasa kita. Kami merekomendasikan buku karangan Jay Abraham yang berjudul The Sticking Pont Solution, dalam buku ini akan memberitahukan kepada kita semua bagaimana menciptakan penjualan dikala semuanya tidak sesuai yang kita harapkan, beli buku ini di toko online dan kami sangat merekomendasikannya

2. Setelah kita fokuskan kepada kata-kata yang kita gunakan dalam media / cara memasarkan produk/jasa kita, kita lanjutkan untuk memberikan jaminan bahwa produk/jasa kita itu memang sangat layak dibeli. Menurut kami, sesorang dalam membeli itu mempunyai banyak pertimbangan dalam pikirannya, kebanyakan dari mereka mengakses pengalaman buruk mereka setelah membeli barang/jasa yang tidak memuaskan mereka. Ada banyak pertimbangan dan banyak informasi yang mengganggu pikiran calon pembeli kita tersebut, dan tugas kita adalah meminimalkan resiko calon pembeli tersebut agar mau membeli saat ini juga. Seperti halnya garansi dalam pembelian alat elektronik, pabrik akan memberikan garansi karena menurut mereka barang elektronik akan sampai di tempat pembeli tersebut melalui banyak rintangan, mulai dari membuatnya sampai menjualnya dan pengirimannya sampai ke tangan pembeli. Mereka tidak bisa menjamin 100 persen produknya akan awet pada saat sampai di tangan pembeli. Demikian halnya dengan produk dan jasa yang kita pasarkan,apakah kita yakin 100 % akan memberi kepuasan bagi calon pembeli kita? jika kita sangat yakin, maka tidak ada yang salah dengan pikiran itu, namun 80 % pikiran calon pembeli telah dibiaskan oleh pengalaman-pengalaman yang tidak mengenakkan dan informasi-informasi yang menyesatkan, maka lebih baik kita juga memperhatikan pikiran-pikiran calon pembeli kita. Fokus ke dalam pikiran, hati dan perasaan pembeli adalah cara yang tepat bagaiamana agar calon pembeli tersebut membeli produk/jasa kita. Alihkan resiko pembelian tersebut kepada diri kita, sehingga jika pembeli tidak puas maka yang terkena resiko pembelian itu jangan si pembeli, namun lebih baik adalah si penjual. Ada beberapa macam yang digunakan, seperti garansi uang kembali, kami bayar selisihnya 2 kali lipat jika harga kita lebih mahal, kita kirim ulang barang yang sudah anda beli tanpa ongkos tambahan dll.

3.Fokuskan produk dan jasa kita selalu mempunyai nilai lebih,sehingga calon pembeli ini tidak berpikir 2 kali,5 kali bahkan 100 kali untuk membeli produk/jasa kita. Berikan informasi kepada calon pembeli itu bahwa produk/jasa kita telah dipakai oleh pejabat,oleh artis, oleh 1 juta orang, dipakai oleh perusahaan terkenal dan lain sebagainya. Hal ini salah satu cara menaikkan nilai tambah dari produk/jasa kita. Namun bagaimana kalau produk/jasa kita adalah baru kita mulai tawarkan? kita berikan layanan produk/jasa kita kepada orang-orang terkenal tersebut secara gratis/cuma-cuma dalam periode tertentu. Seperti halnya jika kita ke supermarket terkenal, biasanya ada yang memeberikan free sample untuk dicoba. Gunakan cara ini untuk mencari masa yang ingin kita sampaikan kepada calon pembeli kita. Demonstrasikan juga apa yang kita kerjakan dan tunjukkan beberapa penghargaan atau pencapaian yang kita raih selama ini. Hal-hal tersebut merepakan nilai tambah yang harus kita kembangkan terus menerus untuk mengurangi pikiran was-was tidak percaya calon pembeli ini untuk membeli produk/jasa kita.

4.Fokus untuk mempermudah pembelian bagi calon pembeli. Ada banyak cara untuk mempermudah mereka, seperti kita memberikan fasilitas telpon antar, fasilitas gerai dimana-mana dekat dengan pembeli, fasilitas cicilan,fasilitas menerim segala macam bentuk pembayaran; barter juga diperbolehkan dalam hal ini jika bisa mendorong penjualan kita,dan benahi display atau penampakan dari gerai atau etalase untuk menjual.

Demikian beberapa cara supaya orang yang tahu tentang kita tersebut mengunjungi kita dan membeli produk/jasa kita. Semoga tulisan ini berguna dan kami juga merekomendasikan bukunya Bapak Tung Desem Waringin Marketing Revolusion untuk bahan refensi lebih detail.

Selamat mencoba.

Senangnya berbagi !
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • Google Reader
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks
  • Tumblr
  • More
bottom

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

bottom