logo logo

Langit Indonesia Semakin Cerah Jelang Pelaksanaan SJSN 2014

Halo sahabat doktermandiri yang kami banggakan,

Berjumpa lagi bersama tulisan doktermandiri untuk memberikan informasi perkembangan pelaksanaan SJSN 2014 yang notabene tinggal menghitung hari saja. Banyak hal yang perlu kita cermati bersama sehingga kita tidak tertinggal jauh dari para pemain besar dalam menyongsong pelaksanaan SJSN ini. Kami anggap pemain besar karena mereka mempunyai sumber daya, baik tekhnologi, modal keuangan yang ‘dingin’  yang berarti disini tidak dikenakan beban bunga yang tinggi dan sumber daya manusia yang sudah siap mengambil kesempatan di pasar Indonesia yang potensial.

Bagaimana kita sebagai pemain lokal yang sudah berkecimpung dalam pelayanan kesehatan selama ini? Mau tidak mau kita harus mempersiapkan diri, saling mendekatkan diri agar informasi dan pasar yang potensial ini dapat dipahami dan dimanfaatkan. Pernahkah mendengar berapa persen produk yang kita pakai adalah hasil dari produk dalam negeri? Tidak lebih dari 50 % kami kira, pernah mendengar unilever produsen sabun dan produk perawatan tubuh sehari-hari? pabrik di Indonesia menyerap tenaga kerja Indonesia, jika memperoleh laba akan dibagikan ke pemegang saham, berapa persenkan yang akan dibagikan kepada pemegang saham publik? hanya 15%, sisanya akan akan diambil oleh Unilever Indonesia Holding B.V, yang dimana pemilik 100 % sahamnya adalah Ortiz Finance BV yang berdomisili di luar Indonesia. Bayangkan jika setahun Labanya 4 triliun, yang dibawa keluar Indonesia hampir 3,3 triliun.  Ini sekedar contoh, satu perusahaan asing di Indonesia dapat membawa laba keluar dan dapat membangun negara tempat mereka berasal dengan membayar pajak kepada negaranya. Padahal berapa banyak perusahaan asing yang tumbuh dan besar di Indonesia?

Dengan laba yang besar seperti itu, kami yakin banyak perusahaan asing  mempunyai dana besar tak terbatas untuk masuk ke Indonesia lagi, berinvestasi di bisnis kesehatan. Kenapa di Bisnis kesehatan?

  • Indonesia memiliki penduduk 241 juta
  • Usia produktif 159,3 jt
  • Dimana yang bekerja 110,8 jt dan pengangguran 7,2 jt
  • Pendapatan perkapita Indonesia th 2012  = 32,7 jt/th
  • Jumlah Pengusaha Indonesia 0,18% dari jumlaah penduduk  di tahun 2008,sangat terlalu kecil sehingga negara Indonesia identik negara pekerja & pembeli bukan sebagai negara pengusaha
  • Inflasi  5,9% yoy  dibulan 03/13
  • Pertumbuhan ekonomi diperkirakan tahun 2013:  6,2-6,6 % sedangkan untuk tahun 2014 diperkirakan : 6,8-7,2 %
  • Usia Harapan Hidup meningkat dari 69 tahun menjadi 72 tahun
  • Perilaku Hidup Bersih dan Sehat penduduk Indonesia masih rendah diangkan 59%
  • Ada UU yang ingin menjadikan penduduk Indonesia terjamin kesehatannya, dan ada UU yang mengatur penghimpunan dana yang sangat besar untuk kebutuhan tersebut.
  • Perkiraan uang yang beredar di bisnis kesehatan 250 T ( majalah Swa )
  • dan masih banyak lagi yang membuat tampak langit cerah di bidang kesehatan ini.

Berapa Besar peluang dalam bisnis kesehatan ini sampai sampai Siloam Hospital Group yang dimiliki oleh Lippo Karawaci menawarkan 15% sahamnya untuk publik, dan  mendapatkan dana lebih dari 1 Triliun untuk melakukan ekpansi bisnis rumah sakitnya hingga 80 cabang di Indonesia sampai akhir tahun 2019?

Sungguh besar peluang dalam bisnis kesehatan ini sampai-sampai jamsostek juga melirik akan mendirikan dan mengoptimalkan klinik kesehatannya,perusahaan obat seperti kalbe, kimia farma dll juga melirik bisnis kesehatan ini, dan juga tidak kalah serunya luar negeri sudah mulai masuk dengan bendera viva nya. Mereka berlomba-lomba mempersiapkan diri untuk memperebutkan kue bisnis kesehatan ini.

Bagaimana dengan kita para pemain bisnis di bidang kesehatan dan dokter ,paramedis pelakasana di dalam bisnis kesehatan ini? apakah kita rela sebagai objek saja, sebagai penonton saja atau ikut masuk dalam sistem bisnis kesehatan ini?

Kami yakin kita pemain bisnis ini diberi kemampuan dasar yang tidak dimiliki oleh para pemain besar tersebut yakni jejaring dan kekuatan kearifan lokal, kita lebih paham dengan sifat dan prilaku mitra kerja kita, kita lebih memahami apa yang ada di hati para klien/pasien kita dan kita lebih dapat memberikan pelayanan lebih kepada klien/pasien kita karena kita lebih dekat secara emosional daripada para pemain besar tersebut.

Dalam berbagai kesempatan, kementerian kesehatan RI dalam sosialisasi SJSN selalu mengemukakan agar para dokter berkolaborasi membuat tim kecil yang terdiri dari paramedis,petugas kefarmasian dan petugas analis laboratorium sederhana;  sehingga pasien dapat terlayani dengan baik di era SJSN kelak. Kita masih mempunyai kemampuan untuk membuat era SJSN ini menjadi era ko-opetisi bukan kompetisi diantara sesama, saling bekerjasama membuat jejaring dalam menjadikan tim kecil ini kuat dan berdaya guna. Tim kecil tersebut dapat dinaungi dengan badan hukum ataupun tidak, dan tim kecil itu yang tepat dalam era SJSN adalah Klinik Kesehatan. Maka jika kita belum mempunyai tim kecil, marilah kita membuat tim kecil ini dan mempelajari cara membuat tim kecil ini sehingga dapat bermanfaat dan menghasilkan di era SJSN 2014 . Jangan sampai nanti pada saat pasar Indonesia telah matang dan besar hasilnya tiba-tiba ada serangan investasi besar-besaran dari luar negeri untuk membuat klinik dengan sumber daya yang tidak terbatas. Kini saatnya kita untuk mengesampingkan ketidak harmonisan antara berbagai disiplin ilmu, organisasi dan kepentingan pribadi, saatnya kita bersatu, musuh kita adalah bukan orang-orang yang tidak sejalan dengan kita, namun musuh kita adalah ke egoisan kita untuk mendapatkan keuntungan sendiri secara berlebihan. Saatnya bersatu dan mulai membangun negeri Indonesia ini sahabat, semoga nanti di era SJSN 2014 nanti kita menjadi raja di negeri sendiri.

Salam Berani Bisnis Kesehatan

PS. Kepada nama-nama perusahaan diatas tidak ada maksud kami untuk memberikan efek tidak baik, kami hanya ingin Indonesia lebih besar dan lebih bermartabat.

 

 

 

 

 

 

Senangnya berbagi !
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • Google Reader
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks
  • Tumblr
  • More
bottom

2 Responses to “Langit Indonesia Semakin Cerah Jelang Pelaksanaan SJSN 2014”

  1. dr.kasma mengatakan:

    Saya mau minta masukan dan bantuan dok… saya adalah dokter umum di sebuah klinik swasta yang baru buka dok… saat ini saya diberikan tugas utk menyiapkan protap klinik. Di mana saya bisa mendapatkan hal tersebut?apakah ada standar tertentu untuk klinik? Terima kasih dokter…

    • doktermoez mengatakan:

      Protap untuk klinik setahu kami belum pernah dibuat,mungkin sedang digarap oleh kemenkes tahun ini. untuk protap pelayanan penyakit dokter primer sudah dibuat oleh IDI, silahkan hubungi PB IDI

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

bottom