logo logo

Efek dari Pygmalion

Pygmalion konon adalah seorang pemahat jenius dari Yunani. Begitu pandainya ia dalam memahat, hingga patung pahatannya tampak seolah – olah benar – benar hidup. Keahlian utamanya adalah memahat patung wanita. Suatu hari, ia memahat patung sesosok wanita yang sangat sempurna.

Begitu sempurna dan cantiknya wanita pahatan itu, hingga Pygmalion pun akhirnya jatuh hati pada hasil karyanya sendiri. Diperlakukannya wanita pahatan itu dengan penuh kasih, seolah – olah ia benar – benar wanita hidup. Diberikannya perhiasan terbaik, pakaian terindah, dan diperlakukannya pahatan itu dengan penuh perhatian. Bahkan, disebutnya pahatan itu sebagai istrinya di hadapan orang – orang. Hanya sayang, andai saja wanita pahatan ini benar – benar hidup!

Maka pergilah pemahat ini ke kuil Dewi Aphrodite. Pygmalion berdoa pada Sang Dewi, “Wahai Aphrodite, berikanlah untukku sebagai istriku, wanita sempurna yang seperti pahatanku itu!” Tapi dalam hatinya, Pygmalion berharap agar wanita pahatan itulah yang menjadi istrinya. Dewi Aphrodite menangkap kilasan pemikiran Pygmalion ini, dan karena kuatnya kepercayaan sang pemahat, Aphrodite pun berkenan mengabulkan doanya.

Ketika sampai di rumah, Pygmalion pergi menengok ‘istri’nya yang sempurna itu. Betapa terkejutnya ia saat mendapati bahwa saat mengecup sang ‘istri’, ia dapat merasakan kehangatan tubuhnya! Tahulah ia, bahwa Dewi Aphrodite telah mengabulkan permintaannya. Oleh Aphrodite wanita tersebut diberi nama Galatea.

*****

Dari kisah Pygmalion, fenomea dimana harapan seseorang yang begitu kuat bisa menjadi kenyataan secara fantastis disebut Pygmalion Effect. Pygmalion Effect adalah suatu fenomena yang mengungkapkan bahwa apa yang kita pikirkan atau harapkan agar terjadi seringkali akan betul – betul menjadi kenyataan.

Pada dasarnya, manusia secara alami selalu akan bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya. Lingkungan sekitar ini termasuk juga lingkungan kongkret maupoun abstrak. Lingkungan kongkret adalah segala sesuatu yang dapat kita lihat, raba, ataupun dengar. Sedangkan lingkungan abstrak adalah segala sesuatu yang tidak langsung kita lihat, raba, ataupun dengar tapi terungkap dalam sikap keseharian kita.

Secara alami, kita akan bereaksi tehadap stimuli – stimuli ini. Kita akan mempelajari segala mata pelajaran yang ada. Kita bertutur kata seperti yang dicontohkan dan menjaga tindak – tanduk kita. Kita juga bereaksi terhadap harapan orang tua, misalnya pada saat kita diharapkan untuk jadi juara, secara tidak langsung kita berusaha untuk memenuhi harapan tersebut. Bila kita gagal memenuhi harapan ini, kita merasa tidak enak juga. Demikian pula kita bereaksi sesuai dengan pendapat dari kawan – kawan kita dan penilaian yang kita terima dari lingkungan sekitar kita.

Hal serupa juga terjadi pada saat kita bekerja. Kita cenderung bereaksi terhadap harapan – harapan dari atasan kita pada saat bekerja. Demikian pula bawahan dan anak buah yang kita pimpin bereaksi terhadap harapan dan pemikiran kita teradap diri mereka sebagaimana kita bereaksi terhadap harapan dan pemikiran yang ditujukan pada diri kita!.

Misalnya dalam memotivasi karyawan. Bila dalam memotivasi mereka anda juga berpikir secara positif dan yakin bahwa karyawan yang anda pimpin akan dapat memberikan hasil yang kerja yang memuaskan, mereka akan dapat merasakan ketulusan dalam motivasi yang anda berikan dan memberikan hasil yang diinginkan. Tapi bila dalam hati anda sebenarnya berpikir pesimis bahwa karyawan anda tidak akan bisa memberikan hasil yang memuaskan, pikiran ini akan ‘tercermin’ juga dalam sikap anda dan para karyawanpun akan bersikap sesuai dengan harapan pesimis anda. Meskipun kata – kata yang anda ucapkan sama persis, tapi bila anda ucapkan dengan pemikiran yang berbeda, karyawan anda akan dapat merasakan perbedaan ini dan memberikan reaksi secara berbeda pula.

Maka, penting bagi anda untuk bisa memanfaatkan kekuatan dari ‘positive expectation’ atau pengharapan positif ini agar dapat menggali seluruh kemampuan dan potensi bawahan anda secara maksimal untuk mendapatkan hasil yang luar biasa pula. Ada 6 langkah yang bisa anda lakukan untuk membantu anda mengarahkan efek ‘positive expectation’ ini. Keenam cara tersebut adalah:

– Jangan terlalu menekankan perasaan negatif pada karyawan

Sebagai pimpinan, sering kali kita lebih menekankan harapan negatif kita pada karyawan. Seringkali kita beralasan untuk ‘tidak berharap terlalu banyak’ dari karyawan dan memperlakukan mereka sesuai dengan pemikiran ini. Hal ini akan sangat merugikan! Karyawan yang diperlakukan demikian akan merasa seolah – olah tidak diharapkan dan diremehkan sehingga tidak akan termotivasi untuk berprestasi dengan maksimal.

– Komunikasikan harapan positif anda dengan jelas dan tulus

Katakan dengan jelas pada para karyawan anda bahwa anda yakin mereka akan dapat berprestasi jauh lebih baik lagi. Yakinkan mereka bahwa anda percaya pada kemampuan mereka, bahwa mereka memiliki kemampuan yang luar biasa yang dapat dimanfaatkan untuk meraih prestasi yang baik. Sampaikan pesan ini dengan jelas hingga seluruh karyawan anda mengetahui dengan pasti harapan positif anda, dan sampaikan dengan tulus dari hati anda. Dengan demikian, mereka akan merasa lebih dihargai dan bersedia memberikan kemampuan maksimalnya dalam bekerja bagi anda!

– Berikan ekspektasi yang realistis

Sesuaikan ekspektasi anda dengan kemampuan karyawan ditiap bagian. Ini adalah langkah yang cukup sulit karena bila anda menetapkan standar yang terlalu tinggi, anda akan dianggap tidak realistis. Tapi bila anda memberikan ekspektasi yang terlalu rendah, itu sama saja dengan tidak memanfaatkan potensi karyawan yang ada dengan maksimal. Dalam hal ini, anda harus pandai – pandai mengevaluasi hasil kerja karyawan anda dan menilai potensi apa saja yang sekiranya masih dapat dikembangkan dari karyawan tersebut. Sampaikan ekspektasi realistis anda ini pada karyawan atau tim yang anda pimpin. Dengan demikian, mereka akan lebih termotivasi lagi karena mengetahui ada tujuan nyata yang bisa diraih bersama – sama.

– Berikan yang terbaik dari diri anda pula

Sebagai pimpinan, tanggung jawab terbesar dan terberat atas kinerja tim ada di oundak anda. Maka, anda juga harus yakin pada diri anda sendiri. Anda juga harus memberikan yang terbaik yang bisa anda lakukan dalam pekerjaan. Sikap anda yang penuh percaya diri dan memberikan yang terbaik ini akan dilihat pula oleh karyawan dan memacu pula semangat mereka untuk selalu melakukan yang terbaik.

– Manfaatkan tahun kerja pertama karyawan baru anda dengan baik

Tahun pertama kerja bagi karyawan baru sangatlah penting dalam membentuk presepsinya akan perusahaan dan pekerjaan yang diterimanya. Presepsi yang baik akan mendukung motivasi untuk bekerja dengan baik pula. Sebaliknya, presepsi yang buruk akan mendorong munculnya sikap memberontak dan apatis pula. Oleh karena itu, anda harus pandai – pandai memanfaatkan situasi ini agar karyawan yang baru masuk dapat tumbuh menjadi tenaga kerja handal yang menguntungkan anda dan perusahaan. Usahakan agar presepsi mereka tentang perusahaan, pekerjaan, dan keberadaan mereka di perusahaan memiliki arti dan nilai penting yang positif untuk memacu timbulnya semangat kerja para karwayan di masa – masa berikutnya.

– Berikan supervisor terbaik anda untuk membimbing para karyawan baru

Ini adalah langkah penting yang seringkali terlewatkan. Banyak pimpinan yang memberikan supervisor yang ‘biasa – biasa saja’ atau seadanya, siapa yang kebetulan sedang menganggur, untuk mengawasi dan membimbing kinerja karwayan baru di perusahaan. Hal ini sangat merugikan! Bagaimana mungkin supervisor yang biasa – biasa saja itu bisa membantu para karyawan baru membentuk presepsi baik tentang perusahaan? Demikian pula perlakuan ini, justru akan menambah keyakinan bahwa keberadaan mereka di perusahaan tidak diinginkan. Hal ini akan sangat merugikan di kemudian hari, karena presepsi buruk karyawan yang terbentuk di saat pertama akan sulit diubah dan memancing sikap apatis yang menyebabkan para karyawan enggan untuk memberikan potensi terbaiknya dalam bekerja. Maka dari itu, selalu berikan supervisor terbaik anda untuk mengawasi karyawan baru di kantor dan perusahaan. Berikan supervisor dengan kemampuan komunikasi dan kinerja yang baik untuk membantu karyawan baru anda beradaptasi dengan situasi kerja yang baru dan membentuk presepi terbaiknya tentang perusahaan. Kelak, hal ini akan sangat menguntungkan bagi anda sendiri dan perusahaan.

Demikianlah enam langkah yang bisa anda jadikan panduan dalam mengoptimalkan Pygmalion Effect bagi para karyaawn yang anda miliki. Jangan lupa, apa yang anda pikirkan akan selalu mempengaruhi hasil yang anda dapatkan.

*Tanadi Santoso.

*) Materi diambil dari catatan lama Business Wisdom di www.tanadisantoso.com, yang didasarkan pada artikel Harvard Business Review. Artikel dan powerpoint file dapat di download di www.tanadisantoso.com, menu “download”, file Pygmalion Effect.

 

Senangnya berbagi !
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • Google Reader
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks
  • Tumblr
  • More
bottom

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

bottom