logo logo

Burung yang berbicara

Halo sobat dokter, bagaimana kabarnya?

Terimakasih atas kunjungan anda di portal doktermandiri.com

Hari ini saya ingin berbagi cerita mengenai burung yang dapat berbicara, cerita ini sering disampaikan oleh guru saya Robert G Allen, dan semoga dari cerita ini dapat kita pahami maknanya.

Suatu hari ada seorang calon pembeli datang ke salah satu toko penjual binatang peliharaan, dan calon pembeli itu melihat lihat binatang apa yang dapat dibelinya untuk menemani disaat senggang. Setelah melihat kesana-kesini, akhirnya calon pembeli itu tertarik terhadap burung, dia melihat banyak burung yang di pajang, dia melihat ada yang sedikit janggal tentang harga burung itu, ada banyak burung harganya mulai dari 100 ribu sampai 1 juta, namun dia agak tertarik terhadap burung yang dikasih harga 30 juta oleh penjualnya, maka calon pembeli ini bertanya kepada penjaga toko binatang tersebut.
… Mas, kenapa kok dari seluruh burung yang anda jual hanya satu burung yang berharga sangat mahal dari burung lainnya, apa istemewanya? tanya si calon pembeli
,,,ooo burung itu ya pak, itu burung spesial pak… burung itu bisa berbicara dengan bapak kalau bapak membelinya..
… ah masak mas… coba saya ajak bicaranya…,( sambil berbicara kepada burung tersebut…) ,,,.. kok gak mau bicara mas?
,,,ooo itu burung baru mau bicara setelah bapak membelinya dan mau bicara setelah dirumah bapak…
… ah masak mas… nanti kalau tidak mau bicara sama saya, saya kembalikan lho ya..
,,, tenang aja pak, kalau burung itu tidak mau bicara dengan bapak… bapak boleh mengembalikan kepada saya dan uang bapak saya kembalikan penuh, asal burung itu masih hidup lho ya.. kata penjual burung…
… ok deh mas, saya belinya burung itu, bapak itu mengeluarkan kartu kreditnya dan membayar burung itu kepada penjual burung tersebut… tap janji ya kalau burung itu tidak mau bicara saya akan kembalikan lho…
,,,siip pak, tenang saja, kami akan terima kok, tapi sekali lagi kami terima kalau burung itu masih hidup lho ya..

Sesampainya di rumah, bapak itu menempatkan burung itu di dalam rumahnya,dan dekat dengan tempat tidurnya.. dan dengan penasaran, bapak itu mengajak burung itu berbicara, namun kok gak mau berbicara saat itu.. bapak itu berpikir mungkin burung itu masih menyesuaikan dengan rumahnya, kemudian dia meninggalkan burung itu sendirian. setelah satu hari, dua hari,tiga hari,.. burung itu kok tidak kunjung mau berbicara kepadanya, maka bapak itu kembali ke toko penjual burung tersebut.
.. mas burung yang kemarin saya beli kok tidak mau bicara ya…
,,,ooo tidak mau bicara ya pak, apakah bapak sudah meletakkan burung itu didepan cermin kecil seperti ini? sambil menunjukkan cermin kecil untuk burung.. burung akan berbicara jika merasa ada temannya..
…lha belum to mas, berapa harganya?
,,,ini murah kok pak, hanya Rp.150.000..
…ok saya belinya… dari pada burung 30 juta saya tidak mau bicara..

Kemudian bapak itu membeli cermin tersebut, dan sesampainya dirumah, ditaruhnya cermin itu di dalam sangkar sang burung… kemudian bapak menunggunya sambil mengajak bicara…

kok tidak tetap saja tidak mau bicara… bapak itu dengan penasaran kembali lagi ke toko burung tersebut..
… mas kok burungnya belum mau bicara ya, padahal sudah melihat ke cermin itu ada apa?
,,,ooo masih belum mau bicara ya pak, apakah bapak sudah memberikan tangga kecil dalam sangkarnya sehingga burung itu berjalan-jalan?
…lha belum to mas, saya tidak mempunyai tangga kecilnya, kan saya tidak beli kemarin,berapa harganya?
,,, murah kok pak hanya Rp. 200 ribu, kata penjual tersebut
.. ok mas saya belinya, dari pada burung 30 juta saya tidak mau berbicara..

Bapak itu bergegas pulang dan segera memasang tangga di dalam sangkar burung tersebut. Setelah terpasang, burung itu senang naik tangga tersebut, dan berjalan kesana-kemari.. bapak itu senang, dan mengajak bicara burung tersebut..
namun kok burung itu tetap tidak mau bicara kepadanya?

Kali ini bapak pembeli burung itu habis akan kesabarannya, kenapa burung yang mahal-mahal dibelinya tidak dapat bicara.Dia pikir akan mengembalikannya kepada penjual. Dia ambil burung sangkar burung tersebut dan membawanyanya ke penjual burung. Sesampainya di toko hewan, bapak tersebut sambil membawa burungnya bilang kepada penjaga toko:
…Mas.. ini burungnya tetap tidak mau bicara, saya mau uang saya kembali… ini burungnya.. bentak bapak kepada penjaga toko..
,,,sabar pak.. coba saya lihatnya, ooo ternyata burung itu belum bisa bergembira pak, karena dalam sangkar ini tidak ada bel khusus untuk burung agar burung itu bermain bel, dan mendengar bunyi-bunyian,sehinga burung itu mau berbicara pak… kata si penjaga toko..
…ah bohong kamu,dari kemarin aku beli barang-barang untuk burung tapi tetap tidak mau bicara… kata si bapak
,,,ya pak kali ini burungnya mau bicara kok, murah pak, bel ini cuman Rp.50.000, saya diskon dari harga normal Rp.300.000 bujuk penjual burung tersebut..
…benar ya,saya beli bel ini,kalau tidak mau bicara burung ini saya kembalikan…, akhirnya bapak tersebut membeli bel karena bel itu harganya murah,daripada burung yang harga 30 jutanya tidak mau bicara.

Singkat cerita, setelah beberapa hari berlalu,bapak itu akhirnya kembali ke toko burung, dan kali ini tidak membawa burungnya… dan dia menemui penjaga toko tersebut.
,,,bagaimana pak? burungnya sudah bisa bicara? kok bapak tidak jadi membawanya kesini? tanya penjaga toko tersebut..
… ya mas akhirnya burung itu bicara…,sore itu setelah saya dari toko ini,saya meletakkan burung itu ditempatnya, burung itu tampak senang dengan belnya,setelah menaiki tangga, bermain bel dan melihat dirinya dalam cermin kecil, tiba tiba burung itu kelihatan lemas,dan sekarat.. saya perhatikan dan saya ajak bicara burung itu.. dan sebelum mati akhirnya burung itu bicara kepada saya.. “pak apakah penjual burung itu tidak menawarkan makanan burung?….”

Kadang kita dalam hidup ini untuk  mencapai tujuan terlalu berfokus kepada tujuan tersebut ,dan selalu disibukan oleh urusan-urusan yang mengganggu kita,kenapa kok tujuan ini tidak tercapai-capai, sehingga kita mencari cara agar tujuan itu cepat tercapai. Kita akhirnya selalu membeli ini,membeli itu yang hanya sebatas sarana untuk mencapai tujuan yang kita capai, kita melupakan kebutuhan dasar dalam mencapai suatu tujuan, atau yang dalam cerita tadi makanan burung.

Apakah  “makanan burung” dalam mencapai suatu tujuan?  Menurut saya makanan burung tersebut adalah suatu ilmu /blue print sukses dalam diri kita ,suatu proses yang dijalani untuk meraih tujuan tersebut dan take action / tindakan kita dalam mencapai tujuan itu.

Bagaimana dengan anda sobat doktermandiri? Sudahkah anda memiliki makanan burung tersebut? Jangan sampai kita terlena dan kita tidak sadar ternyata kita tidak memiliki makanan yang membuat kita tetap hidup.

Selamat berkarya sobat,semoga anda selalu dapat memberikan yang terbaik untuk diri dan lingkungan sekitarnya

Senangnya berbagi !
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • Google Reader
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks
  • Tumblr
  • More
bottom

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

bottom