nav-left cat-right
cat-right

BERTANYA & MENJAWAB

BERTANYA & MENJAWAB

Silahkan bagi para pengunjung halaman ini untuk bertanya mengenai seputar bisnis dan seputar bisnis yang kami lakukan saat ini , senang rasanya dapat berbagi pengetahuan dengan para pengunjung semua.
Saat ini kompetensi kami baru mengenai bisnis :
klinik,apotek,layanan even booth di mall, even organising seminar, rumah kost, pujasera, dan bisnis online (baru saja belajar), jika ada pertanyaan diluar kemampuan kami untuk menjawab nanti akan kami carikan narasumber yang berhak menjawabnya dari berbagai rekan bisnis kami.

Saya juga mengundang anda untuk bergabung bersama kami, silahkan bergabung di komunitas dokter kami di http://www.sobatdokter.com , kami mencoba memberikan informasi dan forum untuk berbagi pendapat,pengalaman dan keterampilan sesama dokter di Indonesia. Kami tunggu di komunitas dokter mandiri di http://www.sobatdokter.com

Terimakasih
Maulana Adrian S,
Pengelola domain doktermandiri.com

Senangnya berbagi !
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • Google Reader
  • LinkedIn
  • Google Bookmarks

104 Responses to “BERTANYA & MENJAWAB”

  1. Gini Handoyo says:

    Dok mau tanya sekarang sudah ada perijinan Klinik Traditional, jika buka klinik traditional Chiropractik apakah nantinya Dokter umum yg bekerja di klinik tsb bisa praktek sebagai dokter umum ? Lalu jika ada tenaga physiotherapist apa kah bisa bekerja di klinik traditional tsb ? terima kasih

  2. anita says:

    selamat sore, saya mohon bantuannya dong sebenarnya perbedaan praktek bersama, klinik, dan balai pengobatan apa ya? apa syaratnya ? lalu keuntungan dan kekurangan masing-masing?
    lalu modal minimal yang dibutuhkan berapa ya?
    terima kasih sebelumnya, mohon bantuannya

    ttd
    anita

  3. angga says:

    dok mau tanya, jika saya sudah punya STR tapi blom punya SIP, bisakah kerja di klinik ?

    • admin says:

      Kalau ada str bisa utk mengurus sip jadi bisa diperbolehkan utk bekerja di klinik.. Di beberapa tempat bisa langsung bekerja sambil menunggu sip jadi, namun dibeberapa tempat hanya boleh setelah sip jadi, tergantung manajemen klinik tsb

  4. Name * says:

    Mau tanya dok apa bisa Bidan yang belum PNS melayani pasien dirumah dan memberikan obat sesuai penyakitnya. Kalau tidak bisa apa saja persyaratannya dok.

    • admin says:

      Setahu kami Bidan yang sudah ber SIP boleh praktek Bidan, jadi tidak ada hubungannya dengan apakah sudah PNS atau belum, coba tanyakan ke IBI setempat, untuk jenis praktiknya hanya boleh pelayanan KIA & KB, tidak boleh mengobati

  5. dr eyr says:

    Dokter,
    Saya mau tanya..
    bolehkah direktur klinik mempunyai praktek pribadi di lain tempat.?
    Maaf dsn terimakasih

    • admin says:

      Diperbolehkan pak, tidak ada larangan untuk praktik ditempat lain selama di tempat tersebut ada SIP nya

  6. Cahyadi says:

    Assalamualaikum. Dok saya saat ini mendapat amanah untuk mengelola klinik 24 jam rawat inap, dimana klinik ini baru berjalan 1 tahun. mohon masukkannya, gimana supaya ramai pasiennya. Yang saya pantau rata-rata perhari pasien 7 s/d 10 orang. itu juga tidak stabil. apalagi setelah ada program BPJS, JAMPERSAL DAN JAMKESMAS. Terimaksaih atas solusinya.

  7. debora says:

    Mau tanya dok,saya seorang bidan,sdh 3tahun buka praktek swasta.pasien saya lumayan,sy pekerjakan 3orang bidan diprktek sy,namun akhir akhir ini pasien sy agak berkurang,sy berencana untuk buka praktek tidak jauh dr praktek sy yg pertama,apa boleh sy buka praktek mandiri lebih dr satu dokter?dengan menggunakan satu izin karena satu kecamatan?apa yang membuat pasien sy berkurang ya dok,satu lg dok sy bkn PNS,berapa batasan bg bidan untuk buka praktek mandiri dokter?sebelumnya sy ucapkan trimakasih ya dok

  8. Nama toufik says:

    Comment saya mau buka usaha, mana yg lbh bagus antara toko obat dan apotik kalau boleh kelebihan dan kekurangannya masing2. terima kasih

  9. fauzie says:

    sy bermaksud membangun bisnis jasa pelayanan kesehatan (medis) + tradisional (tabib & dukun), izin apa yang sesuai untuk bisnis tersebut..
    demikian daN TERIMAKASIH

  10. dokmud says:

    Assalamualaikum saya dari bandung. dokter mau tanya, klinik kami diharuskan untuk membuat SOP, bagaimana cara menyusun dan membuatnya? mohon dibantu, trima kasih

  11. topan says:

    Selamat siang deltermoez saya mau tanya rs yang bekerja sama dengan bpjs diwilayah depok dan sekitarnya,apa persyaratan yang harus di lengkapi.terima kasih

  12. Heri says:

    Dok gimana cara kerja sama antara klinik dengan bpjs, saya punya klinik sudah 1 tahun ini ingin bekerja sama dengan bpjs .
    Mohon info syarat dan ketentuan nya dik

    • oktaviani says:

      Dok,gimana caranya kerja sama antara klinik umum dan BPJS ya..??.kebetulan saya punya klinik umum yang samapai sekarang sudah berjalan 3th lebih dok.tolong infonya ya dok.mkcih dok..

      • admin says:

        Silahkan datang ke BPJS setempat bu, namun keliatannya baru dibuka pendaftaran provider baru setelah bulan September tahun ini, coba komunikasikan ke BPJS setempat

  13. arif says:

    ass.. saya arif sebagai seorang perawat. yang ingin saya ketahui bagaimana klinik keperawatan mandiri bergabung sebagai mitra BPJS, dan apa syaratnya serta bagaimana prosesnya

  14. ifhatul_asra says:

    Selamat pagi dok.., saya bidan lulusan thn 2011,, saya ada niat mau buka bps(bidan praktek swata), yg mw saya tanyakan apakah saya sudah memenuhi syarat untuk buka bps dan apa
    aja yg hrs saya lengkapi/urus agar urusannya gampang,, dan bagaimana caranya agar bps saya nantinya ramai… heheh..dan bagaimana caranya agar saya bisa meyakinkan masyarakat… maksh ats jwban dan perhatiannya..

  15. lydia says:

    Dokter, saya ingin bertanya:

    Bagaimana untuk menjadi klinik mitra BPJS??
    Kapan harus mendaftar dan dimana?
    Untuk persyaratan apa saja yg harus dipenuhi.
    Untuk saat ini klinik saya terdiri dari praktek bersama dokter spesialis, apotek, dan laboratorium.
    Saya sedang menyiapkan ugd jika menjadi mitra BPjs
    Saya pernah bertanya dengan pihak Askes di kota saya tapi jawabannya mengecewakan.
    Mohon bantuannya…..

    Terima kasih….

  16. Dr. Dhita says:

    Saya baru tau ada website ini. Saya adalah dokter di perusahaan swasta di jakarta. Klinik perusahaan ini belum mempunyai izin. Yang ingin saya tanyakan:
    1. Apa saja syarat yg diperlukan agar klinik mdi perusahaan ini memiliki izin? Padahal SDMnya hanya saya dan 1 perawat, untuk obat kami bekerjasama dengan apotek swasta
    2. Berapa kisaran biaya pembuatan perijinan?
    3. Bagaimana caranya untuk meyakinkan pihak manajemen agar mau mengurus perijinan klinik perusahaannya?
    Mohon jawabannya dokter. Terimakasih byk sblmnya.

  17. disti says:

    setelah pt askes bertrnsformasi menjadi bpjs apakah perjanjian kerja sama yg dulu ada brubah? mohon jwbannya

    • doktermoez says:

      Askes berubah menjadi badan nirlaba BPJS, menurut keterangannya perjanjian kerjasama sebelumnya akan dilanjutkan ditahun 2014 dan akan ditinjau ulang untuk perjanjian kerjasama selanjutnya, silahkan menghubugi kantor BPJS/Askes Terdekat

  18. taufiq says:

    Mau tanya dok, saya mau membuka praktik dokter perorangan dengan modal yang terbatas, agar lebih ramai apakah saya bisa sekalian membuka toko obat? (bukan apotek) toko obat tersebut nantinya akan menjual obat2an sesuai ijin toko obat sedagkan obat2 dr dokter hanya akan dikeluarkan dari praktek dokternya. apakah hal ini diperbolehkan sesuai uu kesehatan dan peraturan yang berlaku?

    terima kasih

    • doktermoez says:

      Menurut UU Praktik kedokteran tahun 2004, dokter tidak boleh melakukan dispensing/ mengeluarkan obat dari praktik dokternya, dan toko obatpun tidak bisa melayani penjualan obat resep dokter, yang diperbolehkan melayani resep dokter adalah apotek. Lebih baik praktik dokter bapak dijadikan klinik saja, karena klinik bisa memberikan obat setelah diperiksa oleh dokter

  19. syaifa hadisti says:

    assalamualaikm. sy mau tanya apakah perjanjian kerjasama askes dgn dokter akan berubah setelah askes bertransformasi menjdi BPJS? trmksih

    • doktermoez says:

      Wa alaikum salam, perjanjian kerjasama akan disesuaikan di tahun 2014 nanti, namun tidak radikal. Setelah sosialisasi cukup, mungkin BPJS akan mengeluarkan perjanjian kerjasama baru yang mengatur tata kerja pelayanan dalam SJSN kesehatan bagi providernya yang radikal. Maka siapkan diri kita untuk menghadapi perubahan itu

  20. heri says:

    Salam sukses. Dok saya sdh punya klinik gigi dan umum sekitar 2 tahun. Dengan adanya BPJS saya ada sedikit pertanyaan, yaitu :
    1. Apakah setiap klinik yang ada pasti menjadi klinik BPJS atau harus mendaftar dulu?
    2. Kalau harus mendaftar, Bagaimana cara dan syarat2nya apa saja?
    3. Saat ini kalau mendaftar harus kemana?
    Terima kasih atas jabawan. Salam sukses

    • doktermoez says:

      Salam sukses kembali pak
      1. Setiap klinik yang sudah bekerjasama dengan ASKES / Jamsokstek otomatis menjadi klinik BPJS, namun klinik yang belum bekerjasama tidak otomatis menjadi klinik BPJS, dan harus mendaftar terlebih dahulu.
      2. Syarat-syaratnya belum kita ketahui, yang jelas klinik itu sudah berijin,dan mempunyai peraturan internal & SOP pelayanan.
      3.Untuk pendaftaran provider BPJS baru mungkin akan diumumkan ditahun 2014, silahkan hubungi kantor ASKES / BPJS terdekat

  21. resti says:

    sy mau tny: u/ mendirikan klinik umum 24 jam bila kontrak tempat, surat2 tanah apa saja yg dibutuhkan? apakah harus ada pbb, imb? terima kasih.

    • doktermoez says:

      Untuk kontrak silahkan tanyakan kepemilik: PBB tahun terahkir atas nama pemilik tanah/kuasa yang sudah disesuaikan dengan besaran tanah & bangunannya, kopi seritfikat atas nama pemilik yang menyewakannya, jika nama sertifikat berbeda sama dengan nama yang menyewakannya maka diminta untuk membuat surat kuasa dari nama yang tertera di sertifikat kepada nama yang menyewakannya, dan surat persetujuan dari pemilik tanah & bangunan bahwa tanah&bangunan tersebut diperbolehkan untuk usaha klinik selama lamanya sewa.

  22. firdaus says:

    maaf mengganggu saya mau tanya kalau ada empat orang dokter ingin mendirikan praktik bersama, dan masing masing ingin memiliki kewajiban yang terbatas bagaimana cara mengasumsikannya
    mohon di jawab dan terima kasih

    • doktermoez says:

      Selamat datang di website doktermandiri pak firdaus, silahkan cek artikel dalam blog ini tentang bagi hasil dalam mendirikan klinik kesehatan

  23. warlim wibawa says:

    mohon maaf, bisa gak klinik mengelola JPK MANDIRI dari sebuah atau beberapa perusahaan ? mohon jawaban segera dok, atau saya minta no kontak.
    sehubungan saya mau segera dirikan klinik dimaksud, satu tahun yang lalu saya sudah pernah komunikasi namun kendala ada dipermodalan, insya allah tahun ini saya realisasikan (0878 2812 0897 dan 0852 2062 6427) ini no saya

    • doktermoez says:

      Selamat datang di blog doktermandiri.com pak Warlim Wibawa, KLinik melayani perusahaan itu diperbolehkan sebagai kerjasama pelayanan kesehatan dengan perusahaan yang bersangkutan, namun jika bapak ingin menjadi JPKM Mandiri maka bapak harus memperoleh ijin operasionalnya sesuai ketentuan sebagai berikut ini cek ke http://www.ppjk.depkes.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=32&Itemid=71
      Demikian semoga dapat dipelajari lebih lanjut. Namun lebih baik bapak mulai terlebih dahulu mendirikan klinik perusahaan sesuai yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan klien itu mengacu standar Hiperkes. Terimakasih

  24. spesialis baru says:

    aslmkum dok,
    temen saya ingin buka klinik dan minta saya sebagai dokter spesialis penanggung jawab. saya bersedia, tetapi teman saya menyerahkan kepasa saya untuk memutuskan besaran insentif yang akan saya terima sebagai dokter penanggung jawab klinik tsb. mohon advisenya.
    terimakasih dokter.

    • doktermoez says:

      Wa alaikum salam bp/ibu dr,Yuliandi azhadi.
      Sebagai dokter penanggungjawab sama seperti sebagai dokter pemimpin klinik, jadi lebih baik bapak/ibu menjadi dokter pemimpin klinik/direktur, sedangkan pemilik sebagai komisaris/ pengawas. Jika sebagai pemimpin klinik harus menguasai ilmu manajerial dan ilmu komunikasi tentang mengelola klinik. Untuk besaran insentif sebagai direktur adalah gaji yang besarannya sesuai dengan gaji direktur klinik sejenis dilingkungan. Selain jadi direktur diperbolehkan sebagai dokter profesioanal/spesialis dimana akan mendapatkan fee jasa medis yang besarannya juga sesuai dengan jasa medis dokter spesialis di lingkungan sekitar. Agar sama -sama untung, nanti bapak/ibu harus berani memberikan daya dukung kepada klinik tersebut agar berhasil, nanti dalam perjanjian kerjasama dapat mencantumkan besaran bagi hasil setelah klinik tersebut mendapatkan laba.

      Demikian, smoga klinik yang bpk/ibu pimpin menjadi berhasil.

  25. nelly fransiska pasaribu says:

    bagaimana tips menjawab pertanyaan berapa gaji yang anda minta??

    • doktermoez says:

      Ada beberapa tips.
      1. Berapa besar manfaat yang akan anda berikan kepada perusahaan? manfaat ini di rupiahkan. Semakin besar manfaat semakin besar gaji yang akan dipertimbangkan oleh pemimpin untuk memberikannya
      2. Buktikan terlebih dahulu pekerjaan anda sebaik mungkin, minta gaji 80% dari gaji yang biasa diberikan sesuai posisi anda, buktikan dapat menghasilkan lebih dari yang diminta, setelah 3 bulan baru menegokan berapa gaji yang anda minta, karena besaran gaji berdasar besaran manfaat apa yang diterima oleh orang yang memberi gaji.
      Selamat memberikan manfaat kepada yang memberikan gaji anda

  26. dr Ribka Anggraini says:

    Selamat pagi dr Moez, saya sepertinya ketinggalan sekali nih untuk mengunjungi WebSite dokter, saya sangat bangga masih ada Teman Sejawat yg mau berbagi pengalaman dan pengetahuan, semoga Dr Moez dan keluarga selalu dalam lindunganNya Amin.

    Saya mau bertanya dokter, jadwal WorkShop yang paling dekat di bulan Juni ini atau dibulan Juli kapan ya dokter? dan kalau bisa yang lokasinya sekitar Jakarta atau Tangerang.

    Terimakasih banyak dokter Moez

  27. halimah says:

    selmat sore dokter.. saya aalah seorang mahasiswa jurusan PR, saya tertarik untuk untuk membu7ka klinik kecantikan di daerah riau, namun kendalanya saya bukan dr lulusan aesthetic. saya berkeinginan untuk membuka cabang sebuah klinik untuk dibuka dtempat saya, langkah- langkah untuk membukanya gmn ya dok? pembagian fee untuk freancise sertamodal utama untuk pembukaan cabang klinik tersebut. terimakasih.

    • doktermoez says:

      Selamat malam mba Halimah, selamat anda telah tergugah untuk menjadi pengusaha, karena indonesia masih banyak membutuhkan pngusaha yang berhasil dan mandiri. Untuk pendirian klinik kecantikkan sebaikknya cari tahu terlebih dahulu apakah ada permintaan pasar didaerah tersebut dgn ditandai dengan banyaknya klinik kecantikkan di wilayah anda. Setelah mengetahui adanya permintaan kemudian carilah orang untuk bermitra, utamakan orang yang telah sukses dalam menjalankan klinik kecantikan ini dan telah melakukan bisnis ini lebih dari 3 tahun, setelah mendapatkan negosiasikan harganya. Untuk klinik kcantikan skala nasional spt miracle,natasha,dll akan membutuhkan biaya 2 sampai 5 milyard, untuk hasilnya mungkin karena sistem mereka baik akan memberikan pengembalian modal 3sd 5 tahun, ada yang berhasil adapula yang gagal. Demikian mbak tetap semangat dan cari cara untuk mewujudkan impian anda, jika anda tertarik mendirikan klinik umum silahkan bermitra dengan kami, cek di http://mitraklinik.com

  28. roby says:

    assalamualaikum
    maaf saya mw bertanya. saya seorang dokter umum pns di kabupaten A. lalu saya ingin bertanya bisakah sya mengurus SIP di kabupaten B. sedangkan sya terdaftar sebagai anggota IDI di kabupaten A. terimakasih

    • doktermoez says:

      Wa alaikum salam pak Roby, silahkan datang ke kantor Idi di kabupaten B, disna bpk akan diminta surat rekomendasi dari idi kab a, jadi setahu saya diperbolehkan kita praktek dilain wilayah/ diluar domisili idi kita yg terdaftar. Lebih baiknya kalau pak roby menghunungi pengurus idi setempat. Terimakasih

    • Rudy says:

      Aslkm dok, sy dokter d sebuah kota kecil x, menanyakan praktek dokter umum boleh tidak untuk dibuat ugd yg berguna sebagai persalinan? Trims salam sejawat.. Wslm

      • admin says:

        Praktik dokter setahu kami diperbolehkan melayani persalinan, namun jika membuat UGD dan sampai merawat inap pasien persalinan, tempat praktik tersebut harus dijadikan Klinik pak, kalau membuat ruangan yang selengkap UGD diperbolehkan, namun namanya bukan IGD/UGD

  29. dr.rony says:

    Selamat siang pak…saya mau bertanya…saat ini saya sedang mengelola Praktek Bersama Dokter Spesialis..Saya berencana menaikkan status PBDS yang saya kelola..Karena di PBDS yang saya kelola ada dokter SpOG, saya berencana menaikkan status dari BPDS ke tingkatan yang lebih tinggi..Untuk itu menurut yang bapak apakah kalau status saya rubah jadi KLINIK UTAMA apakah status itu bisa digunakan untuk Ijin Kamar Operasi??Ataukah kalau ingin operasi harus menggunakan ijin RUmah Sakit???Mengingat untuk mengurus izin rumah sakit butuh biaya dan waktu yang cukup besar…

  30. dr. M says:

    Salam kenal dok, saya seorang dokter umum, selama ini saya praktek di sebuah klinik swasta.
    Ibu saya selama ini mengelola sebuah salon kecantikan milik pribadi. Yang ingin saya tanyakan, saya ingin mengurus SIP di salon ibu saya tersebut. Saya ingin berpraktik sebagai dokter estetika di tempat ibu saya. Nah masalah nya, status nya sekarang kan masih salon kecantikan. Maksud saya ingin mengurus SIP di tempat ibu saya juga supaya status nya bisa naik menjadi klinik estetika. Bagaimana menurut dokter? Dan langkah-langkah apa yang sebaiknya saya ambil, dan hal2 apa saja yang harus saya urus dok?

    Terimakasih atas jawabannya

  31. jebe says:

    dok,, gimana biar bisa percaya diri untuk jaga klinik?
    saya dokter umum baru lulus… thanks

  32. Anggun Nurdiani says:

    Assalamualaikum.Sebelumnya saya memperkenalkan diri terlebih dahulu,saya Anggun&basic saya sebenarnya di bidang hukum,karna saya mempunyai tempat yg sangat representativ&strategis tidak terpakai,kemudian seorang teman menyarankan untuk membuka klinik.Alhamdulillah saran teman itu saya saya ikuti&sudah berjalan selama 2Th&sampai saat ini kami sudah bekerjasama denga PT.JamSosTek,alhamdulillah setiap bulannya pasien peserta JamSosTek terus bertambah.Tetapi permasalahan yg hadapi selama 2Th berjalan ini,kenapa ya klinik saya masah saja selalu nombokin untuk gaji dokter&karyawan?Untuk informasi saya kami sudah mempunyai dokter umum tetap 3 orang,1 orang dokter gigi&2perawat.Yang saya rasa kan adalah beratnya beban untuk gaji dokter,karna ada pasien atau tidak dokter tetap mendapat uang duduk.Mohon solusi&penjelasan?Apakah ada lembaga pendidikan/kursus yang bisa saya ikuti tentang management klinik atau RS

  33. Drg F.F says:

    Salam kenal dok, saya dokter gigi yang sudah memiliki praktek pribadi selama 4 th. saya juga murid Pak Tung Desem Waringin. Karena mengikuti seminar-seminar beliau, 6 bulan lalu saya membuat faktor kali (membuka praktek dokter gigi lagi) dengan beberapa drg di dalamnya. Bulan pertama omset sangat bagus karena saya menerapkan cara-cara promosi Pak Tung dan juga menyebarkan brosur. Tapi bulan ke2 Dan sampai November menurun dan sampai beberapa drg mengundurkan diri. Akhirnya saya kembali mengikuti cara promo Pak Tung lagi dan kembali menyebarkan brosur, syukurlah berhasil dan omset kembali seperti bulan pertama. Yang mau saya tanyakan bagaimana cara promosi untuk dokter Dan setau saya dokter itu tidak boleh promosi, menyebarkan brosur dan iklan atas pun mengadakan diskon yang sering diajarkan di seminar-seminar marketing dan juga bagaimana supaya drg yang praktek di dalamnya loyal (betah praktek dengan kita), mengingat klinik tidak selalu ramai. Begitu mulai sepi, drg yang praktek mulai mengundurkan diri, mengingat mencari dokter pengganti tidak mudah. Terima kasih sebelumnya atas jawaban yang nanti diberikan.

  34. Harris says:

    Saya adalah mahasiswa apoteker muda yang masih di bangku perkuliahan dan diperkirakan bakal lulus sept 2013,, ketika saya lulus saya berniat untuk mendirikan apotik bahkan membangun klinik,, Yang saya bingungkan bagaimana cara membangun kerja sama dokter dan apoteker supaya bisa praktik bersama karena niat saya adalah membangun pharmaceutical care,, kemudian apakah lebih baik membangun apotik dengan ikut bpjs atau secara mandiri karena yang saya dapat informasi akan ada akreditasi apotik dengan sistem level… Dan yang terakhir bagaimana saya selaku apoteker jika menghadapi adanya dokter yang menjual obat dari tangan dokter itu sendiri tanpa melalui pembelian di apotik?

  35. drg yunita says:

    salam sukses dok, sy seorang dokter gigi di rumah sakit swasta,sy akan menjalankan bisnis klinik dalam waktu dekat,dimana ijin IMB dan HO sdh ada,bagaimana sebaiknya sistem pengaturan bagi hasil atau pendapatan bila ada salah satu teman seorang dokter umum menginginkan untuk kontrak ditempat dgn sistem kontrak tahunan,bagaimana sebaiknya dok?sedangkan tempat serta fasilitas sy yg menyediakan?rencananya obat2 pun pengadaannya sebaiknya satu pintu…seedangkan harapan teman sy tsb obat2nya dispensing sendiri…MOU sperti apa sebaiknya?

    • doktermoez says:

      Salam sukses bu drg Yunita, untuk mendirikan klinik memang harus mengurus ijin HO/gangguan & IMB, sedangkan syarat2 lain untuk mendirikan klinik masih ada beberapa hal lagi,untuk lebih detailnya silahkan hubungi di BPPT/Badan Pelayanan Perijinan Terpadu di kota/kabupaten setempat. Setelah mengetahui syarat2nya maka dipersilahkan untuk melengkapinya. Untuk Klinik harus mempekerjakan apoteker sehingga klinik dapat melayani penjualan obat-obatan dalam klinik tersebut/diperbolehkan dispensing dlm unit farmasinya.Saran saya dokter umum tersebut bergabung degan ibu sbg dokter gigi membuat klinik,sehingga nanti modalnya dijadikan satu dan hasilnya setelah dikurangi pengeluaran dapat dibagi sesuai kesepakatan proporsi modal.SIlahkan simak artikel saya di blog ini mengenai bagi hasil dalam usaha patungan.Selamat berusaha dan membuka klinik bu,saatnya menjadi dokter yang lebih mandiri

  36. risky says:

    sya seneng rubrik ini dibuka menambah wawasan kita,,,saya ikut seminar hanya 10%dan langsung tancap gas,,,dan saya berterima kasih kpd dokter bisa membimbing kami…sekarang bagaimana menaikkan jumlah pasien ketempat kita sedang dokter kita baru<obat2an belum lengkap,peralatan juga belum…kalau adaka pengobatan gratis,selalu ramai…
    terima kasih

  37. Siti Rukoyah says:

    Ass, perkenalkan dok , saya seorang bidan,, saya sudah praktek mandiri dari tahun 2003 ,alhamd pasiennya bnyk, sekarang saya udah ada tenaga bidan satu, (total bidan 2)dan tenaga adm satu,, sekarang saya sedang membangun lagi u ntuk perluasan klinik saya, rencananya saya akan bekerjasama dgn dokter umum , yang nantinya di klinik saya akan ada perawatan inap, ,(akan ada perubahan status dari BPS atau Bidan Praktek Swasta menjadi klinik pratama) yang saya tanyakan bagaimana bentuk kerjasamanya dg dokter tsb , sekarang pembangunannya sedang dimulai dari lima kamar akan menjadi 13 kamar termasuk vip , demikian , semoga anda dapat membantu saya, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih.

    • doktermoez says:

      Wa alaikum salam bu, untuk klinik pratama dengan rawat inap maksimal tempat tidur yang diperbolehkan hanya sampai 10 tempat tidur,dan dalam aturannya klinik ini harus perijinannya harus menggunakan bentuk badan usaha seperti CV atau PT. Untuk skema kerjasama,penanggung jawab klinik ini harus seorang dokter yang praktik dan memiliki SIP ditempat ibu. Kerjasama dengan dokter harus sama2 menguntungkan,silahkan simak di artikel saya yang membahas berapa layaknya bagi hasil dalam usaha patungan klinik kesehatan

  38. johanes says:

    thx buat masukan yang di dapat dari forum ini
    tapi boleh nanya untuk promosi klinik itu sendiri langkah yang paling baik seperti apa yah dok?

    • doktermoez says:

      Halo pak johanes,silahkan simak tulisan saya di blog ini dengan judul jurus berani marketing untuk profesional tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan

  39. dr.Merry Ch says:

    Salam kenal dok,
    Saya bermaksud untuk praktek dokter umum di sebuah apotik, dan kebetulan apotik tersebut belum ada dokter prakteknya.
    yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana kerjasama yang enak antara saya sebagai dokter dan pemilik apotik? adakah contoh draft kerjasamanya. bila ada draft kerjasamanya, saya mohon untuk dapat saya lihat. terima kasih

  40. Salam dokter
    Saya akan membuka klinik pelayanan gigi, tapi ada beberapa hal yg ingin saya tanyakan :
    1. klinik saya nanti termasuk pratama atau utama? mengingat nanti memang ada seorang dokter spesialis orthodontia.
    2. Apakah klinik pratama ataupun klinik utama boleh mengiklankan jenis pelayanan apa saja yg diberikan di klinik tsb?
    3. Apakah kelebihan sebuah klinik dibanding praktek bersama?
    Mohon pencerahan dokter, terimakasih.

  41. drg. prakoso says:

    Selamat pagi dokter.
    Ssya akan mendirikan klinik pelayanan gigi, yg ingin saya tanyakan adalah
    1. Pelayanan khusus gigi tetapi ada 2 spesialis gigi yg nantinya akan merawat disana. apakah klinik itu merupakan klinik pratama atau utama?
    2. Klinik pratama ataupun klinik utama apakah diperbolehkan mengiklankan tentang parawatan yg dilakukan pada klinik tsb?
    3. Apa perbedaan dan kelebihan klinik dibandingkan dg praktek bersama?
    Mohon pencerahan dari dokter, dan atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

  42. prakoso says:

    Selamat Pagi Dokter.

    Saya akan membuka sebuah klinik pelayanan gigi dg modal dan pengelolaan sepenuhnya dari saya sendiri, yg ingin saya tanyakan :
    1. Jika pada klinik saya nanti ada pelayanan dokter gigi spesialisnya, apakah perijinannya nanti merupakan klinik utama?
    2. Jika klinik itu nanti sudah berdiri, apakah boleh mengiklankan diri tentang pelayanan apa saja yg diberikan di klinik tsb?
    3. Apakah klinik pratama juga boleh mengiklankan diri ttg pelayanan yg diberikan, mengingat klinik pratama tidak berbadan usaha/PT/CV ?
    4. Saya dengar utk perijinan sebuah klinik harus lolos AMDAL dimana harus memiliki pengolahan limbah sendiri, padahal membuat pengolahan limbah beayanya tdk sedikit, bagaimana menyiasatinya?
    5. Apa perbedaan perijinan sebuah klinik dan praktek bersama?

  43. dr siti wahyuningsih says:

    saya mau memulai mendirikan klinik, penanggung jawab saya pegang srndiri. mhn info cara penggajian bgmn, baik, dokter, perawat, administrasi. perlu saya sampaikan, madsyarakat sekitar banyak buruh, sehingga tarif kami harapkan terjangkau masy sekitar ( selama ini saya praktek, banyak sifat sosialnya ).tk atas

    • doktermoez says:

      Salam bu dr. Siti, senang mendengar ibu mulai melangkah satu langkah kedepan. Melakukan Mendirikan klinik dan melakuka paktik mandiri hampir sama caranya, namun sekarang untuk mendirikan klinik butuh kemampuan manajerial. Yang paling perlu dipelajari adalah manajemen waktu, manajemen sdm, manajemen kontrol transaksi & keuangan dan manajemen marketing. Untuk penggajian lebih baik kita sampaikan kepada staff bagaiamana kita (manajemen ) bisa memberikan manfaat lebih kepada staff kita. Sampaikan visi dan misi ibu mengapa membuka klinik tersebut. Setelah kita mendapatkan SDM yang satu misi &visi dengan kita, akan lebih enak dalam melangkah kedepannya. Menurut kami penggajian yang baik itu adalah penggajian yang memberikan kepuasan kepada mereka dan kita, baik kepuasan secara keprofesionalismenya mereka,dan kelangsungan klinik yang kita dirikan di masa depannya.
      Ada 3 kunci sukses dala mendirika klinik/usaha pelayanan kesehatan, yakni : Profesionalisme para staf & dokter ( kemampuan & kecakapan), kemudian kepuasan dalam pelayanannya kepada pelanggan, dan harga yang tepat untuk pelanggan yang akan kita layani.

    • siti wahyuningsih says:

      trima kasih advisnya dok. kal boleh, saya bisa diberi gambaran besaran nominal gaji untuk, dokter, perawat, AA, administrasi, umum,dll. supaya di awal saya tidak kesaulitan untuk gaji mereka . Saya ingin klinik ini nanti memberi manfaat kpd masyarakat, kesejahteraan bagi pegawai. tk

      • doktermoez says:

        Ya bu, untuk gaji staff (ADM,perawat,AA ) biasanya kita gaji sesuai 1x UMR, kemudian ditambahi tunjangan.yang membedakannya adalah tunjangan kehadiran yang disesuaikan level kerjanya, dan level pendidikannya, kemudian ada tunjangan fungsional sesuai profesinya dan lama kerjanya.
        Untuk Dokter & Apoteker skema penggajiannya 1,5-2x UMR + insentif penjualan sd 3% omset.
        Untuk rupiahnya lebih baik di cek UMR yang berlaku di daerah ibu, sedangkan untuk tenaga Dokter/ Apoteker ada tunjangan Resiko yang akan ditambahkan /disesuaikan dengan nilai normal disekitar tempat bekerja.

  44. andre says:

    halo Dok,
    mohon petunjuknya untuk kasus saya.
    Saya ditawari seorang investor untuk membangun klinik kecantikan.
    Investor tersebut bersedia menyediakan tempat dan semua dana.
    Sedangkan saya menyediakan SIP dan skill untuk menjadi penanggung jawab. Kami akan mengajak seorang dokter lagi untuk bekerja karena memerlukan 1 SIP lagi.
    Pengelolaan klinik, penyediaan barang, seleksi pegawai dan training akan menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Pertanyaan:
    1. Bagaimana persentase sistem bagi hasil yang pantas untuk itu?
    2. Apakah saya tetap berhak mendapatkan gaji pokok atau hanya dari bagi hasil?
    3. Apakah perlu diberlakukan sistem kontrak antara saya dengan investor? Jika ya, bagaimana jika profit meningkat dan suatu saat investor ingin menghentikan kontrak atau mengambil alih kepemilikan penuh?
    4. Apakah benar jika dibentuk suatu badan usaha maka pembagian hasil akan lebih aman?
    5. Kira-kira apa yang harus saya cermati di perjanjian kerjasama terkait pertanyaan nomor 3?

    Mohon bimbingannya ya Dok!
    Terima kasih dan sukses selalu!

    • doktermoez says:

      Halo pak..
      Pertanyaan bapak sangat detail.. :D
      BTW akan kami coba jawab secara singkat.
      1. Prosentase bagi hasil anatara pemilik dan pengelola lebih baik jika dimulai dari pembagian tanggung jawabnya. menurut kami lebih baik jika suatu usaha dimulai dengan itikad baik. Bagi hasil yang layak adalah 50:50, 50 untuk pemilik modal dan 50 untuk pemilik keterampilan, lebih baik membagi kue besar dari pada kue kecil. Jika pemilik keterampilan menjalankan usahanya dengan sepenuh hati karena bagi hasilnya 50% maka kue /hasil yang akan dibagi akan lebih besar.
      2. Pemilik keterampilan yang memang bekerja didalamnya harus mendapatkan gaji pokok yang disepakati oleh pemilik modal
      3.Suatu kerjasama lebih baik harus menggunakan perjanjian tertulis, dan ada saksi dalam perjanjian tersebut. Jika pemilik modal itu akan mengambil alih usaha yang telah berjalan baik, itu adalah resiko sebagai pemilik keterampilan. Tapi tetap bagaimanapun lebih baik di kemukakan didepan jika terjadi hal tersebut maka segala atribut spt merk/nama klinik, posisi/layaout klinik, ijin klinik dll harus disepakati diawal akan diganti jika terjadi perubahan kepemilikan.
      4. Semua kerja sama tergantung niatnya. Dan semua usaha pasti ada resikonya. Tidak ada hal yang pasti aman di dunia ini. JAdi perkuat niat untuk membuat hal yang baik kedepannya, semua pihak harus menang & mendapatkan manfaat dari usaha ini.
      5. Perjanjian mengacu kepada poin ke 4,konsultasi ke notaris jika sudah menyangkut substansi hukum..

      Terimakasih kembali dan semoga suksess

  45. dr.yesti permata says:

    saya bru buka praktek mandiri sekitar 5 bulan.. dan setip bulannya pasien yang berobat ke saya mulai meningkat tapi emang belum maksimal sesuai harapan. bagaimana cara promo yang baik utuk meningkatkan jumlah pasien. dan apa yang diperlukan utuk membuat suatu klinik? trims.

    • doktermoez says:

      Halo bu dr.Yesti Permata.
      Menurut kami promo yang baik itu :
      1. Membuat banyak orang tahu tentang usaha kita.
      2. Membuat banyak orang yang tahu itu datang ke tempat usaha kita dan mau membeli barang/jasa yang kita jual.
      3. Setelah banyak orang itu mau datang & membeli,kita harus siapkan cara agar mereka tidak hanya membeli satu jenis barang/jasa saja, buat mereka membeli lebih dari satu jenis jasa/barang yang kita jual.
      4. Setelah mereka membeli, buat cara agar mereka mau kembali lagi dan membeli ke tempat kita lagi.
      5. Tes dan ukur keberhasilan setiap metode / cara yang kita lakukan kepada pembeli kita, jika cara itu mendatangkan pembeli & untung banyak, maka cara itu di teruskan.

      Demikian bu, untuk cara-caranya ibu bisa cari tulisan kami dalam blog ini dengan judul bagaimana menaikkan laba usaha/klinik anda.

      Terimakasih, Selamat & emangat belajar hal-hal yang baru bu.

  46. dr. dian says:

    assalamualakum salam sukses… saya diajak oleh seorang rekan untuk mendirikan klinik. rekan saya memiliki bangunan yang kurang representatif untuk klinik yang baik”bonafide” jadi masih perlu direnovasi yang mana biaya renovasi dan biaya operasional (perijinan, gaji karyawan/dokter, dll) menjadi tanggungan saya. bagaimanakah bentuk bagi hasil yang paling mendekati ideal untuk kasus seperti ini??

    • doktermoez says:

      Wa alaikum salam bu dr. Dian
      Salam mbahnya suksess…
      Senang sekali mendengar cerita ibu.. banyak tantangan untuk memulai suatu usaha.
      Menurut kami lebih baik ibu uraikan satu persatu kebutuhan dana agar usaha/klinik itu berjalan.
      Misal:
      Biaya properti/tempat tersebut jika sewa selama 3 tahun
      Biaya renovasi untuk tempat itu agar layak
      biaya perijinan
      biaya pembelian perabot/pelengkapan medis
      biaya pembelian stok/logistik/barang dagangan awal
      biaya administrasi operasional spt, listrik,air,telpon, gaji,atk,dll

      Setelah mendapatkan nominalnya maka bicarakan kepada pemilik tempat mengenai bagi hasilnya. pada tahun 1 sd tahun ke 3, bagi hasilnya lebih baik sesuai proporsi modal yang ditempatkan dengan asumsi dalam 3 tahun pertama tersebut diharapkan modal awal akan kembali. Setelah 3 tahun lebih baik dibicaarakan lagi, berapa bagi hasil yang cocok, Jika modal yang dikeluarkan diawal sudah kembali, lebih baik bagi hasilnya mengacu kepada 50:50, dimana semua hasil/laba dibagi 2 dengan pemilik tempat.
      Jika usaha itu berjalan baik maka pemilik tempatakan senang dan akan mempersilahkan kita untuk menempati propertinya sampai kapanpun.

      Demikian bu. Terimakasih

  47. ika says:

    Saya dengar mulai tahun 2014 besok semua rakyat indonesia akan dicover bpjs, apakah mungkin itu berarti pelayanan kesehatan lebih diutamakan di klinik yang bekerjasama dgn bpjs dan itu berarti juga masyarakat akan enggan periksa ke dokter praktek mandiri?terima kasih dokter..

    • doktermoez says:

      Halo bu Ika, memang benar nanti tahun 2014 akan di langsungkan jaminan sosial yang di dalam bidang kesehatan nantinya akan diselenggarakan oleh BPJS. Nanti masyarakat yang bergabung dalam layanan BPJS ini maka akan di atur tatalaksana pemberian layanan kesehatannya sesuai prosedur yang diterapkan oleh BPJS, namun jika masyarakat yang tidak mau mengikuti prosedur itu maka bisa langsung ke dokter praktik mandiri/klinik mandiri/rumah sakit swasta yang tidak bekerjasama dengan BPJS, jadi nanti semua itu diserahkan ke mekanisme pasar, dan pemerintah akan menjadi promotornya dengan BPJS-nya. Jadi tergantung bagaimana kita menyikapi ini, mau ikut dalam layanan ini atau mandiri dengan mendapatkan masyarakat yang tidak menggunakan layanan BPJS.

  48. andik says:

    saya berkeninginan memulai bisnis apotek tetapi saya tidak punya tempat. bagaimana caranya untuk pembagian keuntungan bagi pemodal dengan pemilik tempat

    • doktermoez says:

      Halo Pak Andik. Cara yang paling mudah untuk membagi dalam bisnis adalah membagi laba 50:50. dan jika tidak mendapatkan laba dalam bisnis itu maka bapak ada komitmen membayar tempat itu dengan nominal yang ditentukan di depan. Nominal itu di bandingkan dengan lokasi didaerah itu dan kita bayarkan sebulan sekali sesuai perhitungan kita.

  49. Diar says:

    Dear Admin

    Saya sedang membangun sebuah klinik yg ada praktek gigi dan umum (saya bukan seorang dokter). lokasi saya sewa di daerah pemungkiman padat tapi pendapatan mereka menengah ke bawah. tempat alat dll dari saya total modal 45 jt. keinginan klinik saya mengobatan dengan biaya terjangkau, yg ingin di tanya
    Berapa persentase bagi hasil dengan dokter. di beberapa klinik ada obat di sediakan dari klinik plus dokter tetapi biaya tetap murah.
    bagaimana menurut admin yang baik dalam penentuan harga bagi customer untuk daerah yg berpendapatan menengah kebawah.

    • doktermoez says:

      jadi bapak /ibu sudah memiliki tempat dan biaya operasionalnya, maka bagi hasil yang paling baik adalah hasil dikurangi biaya operasional kemudian dibagi 2 dan laba obat 100 persen milik bp/ibu, namun jika klinik bp/ibu tidak/belum menghasilkan laba,maka lebih baik dokter/mitra diajak mencari cara agar klinik mendapatkan laba dengan memberi insentif bagi dokter yang praktik/ mendatangkan tenaga pemasaran yang diberikan bagi hasil dari hasil tersebut

  50. dr. Zaenul Abidin says:

    Ass. Salam kenal. seminggu yang lalu saya ditawari oleh sebuah apotik milik koperasi suatu perusahaan untuk bekerjasama sebagai dokter langganan yang praktek mandiri di apotek tersebut. yang ingin saya tanyakan 1. tentang perijinan, apakah cukup dengan membuat SIP saja untuk praktek mandiri, 2. bagaimana baiknya penawaran terhadap pihak apotek,apakah sistem bagi hasil, prosentase, penggajian atau yang lain. 3. jika ingin membuat klinik perijinan apa saja yang diperlukan dan perbedaan antara praktek mandiri dengan klinik baik mengenai ijin dan teknisnya. terimakasih atas jawabannya

    • doktermoez says:

      Wa alaikum salam dr.Zaenal Abidin. Mohon maaf baru dapat menjawab pertanyaan TS.
      1. Tentang perijinan praktik di Apotik memang hanya membuat Surat ijin praktik dokter saja,untuk pembuatan ijin tersebut silahkan datang ke kantor IDI setempat.
      2. Penawaran suatu apotik adalah baik jika kita baru jadi seorang dokter.Apalagi apotek tersebut milik perusahaan dimana sudah ada pelanggannya secara tetap. Mengenai sitem bagi hasil tergantung kesepakatan, lebih lebih jika apotek tersebut memang baik penjualannya dan kedepannya lebih maju lagi. Bagi hasilnya ada opsi2 yang perlu di cermati, jika kita diminta praktek sesuai jam kerja,dan jam kerja itu harus terisi setiap hari, lebih baik kita nego agar kita mendapatkan garansi fee, dimana garansi fee itu akan memperlihatkan berapa kesungguhan dari apotek yang meminta kita bekerja sama, jika apotek tersebut tidak rame maka garansi fee tersebut mungkin akan diberikan, jika apotek tersebut rame maka garansi fee akan dipertimbangkan bahkan tidak diberikan. Besaran garansi fee tergantung kesepakatan diawal. Ada opsi lagi pembagian jasa dokter 20:80, dimana 20 untuk pemilik tempat dan 80 untuk dokter. Ini lebih baik kita berbagi, karena dari 20 tersebut apotek/pemilik tempat bisa kita tagih untuk pemeliharaan tempat dan pemenuhan fasilitas dalam ruang praktik atau untuk kenyamanan pengunjung. Pemilik tempat juga akan tergiat untuk mempromosikan kita sebagai dokter dan mengutamakan jam-jam rame apotek kepada kita. Jadi lebih baik dicoba selam 3 bulan terlebih dahulu, jika dalam 3 bulan kita evaluasi ternyata kunjungan pasien tersebut belum sesuai keinginan kita, maka kita lebih kreatif dengan mengajak apotek untuk mempromosikan diri. Sedangkan ketentuan promosi harus dicermati secara bersama, baik IDI ataun IAI ada kode etiknya. LEbih baik besar bersama dari pada kita tidak mendapatkan apa-apa.
      3. Klinik dan praktik mandiri berbeda sekarang sejak ada permenkes mengenai klinik. Silahkan pahami mengenai Permenkes 028/2011 tentang klinik. Bisa di cari di google permenkes tentang klinik. Pada prinsipnya klinik adalah suatu usaha dibidang kesehatan dimana kita harus memperhatikan segala aspek, jadi tidak melibatkan hanya diri kita, tapi melibatkan banyak orang dan melayani lebih banyak orang, sehingga harus diatur. Silahkan ikuti workshop kami jika ingin lebih memahami mengenai klinik. cek jadwalnya di http://workshop.klinikita.co.id
      Terimakasih

  51. dr. chika says:

    met siang,
    saya dokter di puskesmas kecamatan,,, melihat keterbatasan pelayanan di puskesmas saya(puskesmas pelayanan namun gk ada fasilitas misalnya lab sederhana)melihat hal itu sy jadi pengen membuat klinik 24jam yg bs memenuhi kebutuhan pasien akan pelayanan maksimal, soalnya kl di puskesmas sy agak terbentur dengan mslh pemeriksaan darah, akhirya pasien hrs di rujuk (mis: suspek dbd, sy harus rujuk pdhl KU msh oke, namun krn takut trombosit anjlok jd di rujuk)
    pertanyaannya, jika sy membuat klinik, dan hanya 2 dokter yg ada di kisara kecamatan tersebut, apakah bs? trus jika sistem permodalan bukan dr 1 orang jd bgm sistem ownership dan bagi hasil nya?
    makasiy sebelum nya,,,

    salam

    • doktermoez says:

      Halo bu dr. Chika, mohon maaf baru sempat menjawab berbagai pertanyaan dari anda.
      Dalam permenkes mengenai klinik terbaru, untuk membuat klinik memang harus memiliki 2 dokter, satu dokter penanggung jawab dan satu dokter pelaksana. Dokter penanggungjawab bisa sebagai dokter pelaksana juga praktiknya nanti.
      Sedangkan jika kita ingin mendirikan suatu usaha baru, memang sebaiknya berbagi resiko, baik resiko menguntungkan ataupun resiko yang merugikan. Jika kita mendirikan klinik yang kepemilikannya lebih dari satu orang sebaiknya kita buat perjanjian tertulis. Dimana dalam perjanjian tersebut tertulis pembagian tanggungjawab, pembagian besaran modal, pembagian besaran kepemilikan, dan besaran pembagian keuntungan/kerugian. Jika ibu datang ke notaris, akan dibantu secara adil, apa saja yang memang harus kita bagi. Lebih baik jelas dan tertib diawal daripada nanti diakhirnya terjadi suatu ketidaksepahaman yang membuat usaha yang telah kita rintis harus tutup karena ketidaksepahaman tersebut.
      Sebaiknya pembagian modal dibagi atas besaran tanggungjawab dan besaran dana yang ditanamkan. Jika mitra tersebut pasif maka pembagian maksimal 30 persen, namun jika mitra tersebut sama-sama aktif mka lebih baik di imbangkan dimana 100 persen dibagi berapa pemodal yang ada. Kesuksesan suatu usaha tidak 100 persen dari banyaknya uang yang diberikan sebagai modal, namun lebih kepada keseimbangan antara uang,tenaga dan pikiran yang dicurahkan akan keberhasilan suatu usaha. Lebih baik diadakan pembukuan diawal,dan selalu komunikasikan penggunaannya.
      Bisnis ada 3 komponen yang harus ada sebelum bisnis itu berjalan, yakni :
      1.Properti dari tempat usaha itu
      2.Sejumlah dana untuk membeli perlengkapan dan operasional
      3.Keterampilan untuk mengelola bisnis sehingga berhasil.

      JAdi yang mana harus dibagi, dan besaran prosentase kepemilikan terserah kesepakatan diawal.
      Sekali lagi laba akan dapat dibagi jika suatu usaha tumbuh dan untung. Laba tidak akan bisa dibagi jika suatu usaha itu tidak menghasilkan. Lebih baik jangan serakah.
      Untuk penggunaan modal ke 3 ataupun dari lembaga permodalan seperti bank,koperasi dll kami tidak sarankan untuk permodalan diawal, karena bisnis adalah suatu perjalanan dimana dana,tenaga dan pikiran disatukan. Lebih baik gunakan tenaga dan pikiran terlebih dahulu pada saat mulai suatu bisnis, karena kita akan lebih kreatif bagaimana membuat suatu bisnis itu agar berhasil.
      Semoga bermanfaat

  52. dr. Amrizal says:

    terima kasih telah berkomentar di website saya dok. Btw, adakah program afiliasi produk doktermandiri? Saya bersedia bergabung untuk menjualkan produknya.. :)

  53. kia says:

    saya seorang dokter yg baru saja lulus januari tahun 2011 kemarin,menikah dengan seorang apoteker yg sudah pns,sy sendiri hanya buka praktik pribadi 1 bulan ini,alhamdulillah pasien tiap hari ada,walaupun dibawah 10,yang ingin saya tanyakan,bagaimana untuk mengembangkan klinik dari awal,lokasi tempat praktik pribadi saya termasuk strategis dekat dengan pemukiman penduduk,tapi untuk praktek pribadi saja,kalo untuk klinik sepertinya tempatnya kurang luas,bagaimana y supaya bisa berkembang,bisa buka apotik,tapi terbentur oleh peraturan baru kalo apoteker hanya boleh pegang 1 tempat sebagai pengelola apoteker,bolehkah misal suami saya yg sudah pns buka apotik lagi dirumah,karena nyari apoteker lagi susah.

    • doktermoez says:

      Saya ucapkan salut kepada anda, karena anda berani memulai untuk mandiri. Jika anda ingin berkembang ke arah klinik maka dari sekarang harus berpikir besar. Dari praktik pribadi tersebut harus di jalankan dengan sungguh-sungguh, setelah terkumpul sejumlah dana dan sejumlah kepercayaan dari para pasien, maka mulai mencari tempat yang strategis dan seting sesuai dengan setingan klinik, tapi jangan terlalu jauh dari tempat praktik awal. Upayakan untuk menyewa tempat tersebut atau mengajak kerjasama dengan pemilik tempat. Bagi jam praktik menjadi 2 tempat, yakni di rumah/praktik lama dan di tempat praktik baru. Sarankan pasien yang telah ada untuk dpt berkunjung di tempat praktik baru tersebut. Jika tempat praktik baru tersebut juga sudah mulai banyak dan rame pengunjung, mulailah menambah jam pelayanannya, pada awalnya lebih baik di jaga sendiri,karena dengan jaga sendiri kita dapat memperhatikan kebutuhan pasien dan mencari ide agar praktik tersebut berkembang. Setelah tempat praktik tersebut mempunyai pengunjung yang bisa memberikan income untuk menggaji orang lain, maka pekerjakan dokter selain kita,dan berikan perawat/petugas administrasi, investasikan moda untuk membeli peralatan kesehatan yang dapat memberikan nilai tambah kepada praktik kita, seperti cek darah instan,ekg,usg dll
      Setelah yakin semuanya rame,maka jadikan tempat praktik itu klinik,dan jadikan tempat itu usaha kita. Dengan mempunyai usaha targetnya adalah usaha tersebut dapat berjalan tanpa kehadiran kita, sehingga kita dapat belajar sesuatu yang baru dan lebih berkonsentrasi dalam pengembangan usaha tersebut.
      Semoga sukses dan klinik,apoteknya menjadi kenyataan

  54. dokter ronal setiawan sinaga says:

    ass. sy dr ronal dari kisaran. sy sudah punya klinik sendiri, dah berdiri skitar 10 thn. dulu klinik ini di bngun oleh orang tua saya memang untuk saya jika saya lulus jadi dokter. sekarang ayah saya sudah pensiun dah lebih fokus ke perkebunannya. saat ini klinik saya lagi renovasi. klinik saya sudah punya ruang operasi, rawat inap 5 kamar, ruang pemulihan, ruang bersalin, IGD, dan ruang obat. yang mau saya tanya gimana caranya agar orang mau operasi di klinik sya. karena rata2 klinik dan rmh sakit disini memberi vie kepada bidan atau perawat yg mengantarkan pasien operasi. vie skitar 500rb – 1 jt. sedangkan saya juga memberi vie tp setengah dari yg lain karena menurut saya itu terlalu membebani pasiennya. apa yg harus saya lakukan. terima kasih.

    • doktermoez says:

      Maaf pak dokter ronal baru dapat merespon sekarang, menurut saya yang pak dokter lakukan adalah merancang strategi.. strategi dimana kita tidak ikut bermain dalam kebiasaan yang salah menurut keyakinan kita. kenapa kita tidak merencanakan memberikan nilai tambah kepada customer?
      Pemberian fee itu wajar, namun atas dasar saling menghormati, besaran fee wajar 2 – 10 persen dari total biaya yang diterima oleh suatu institusi.
      Jika sekarang banyak yang memberikan fee lebih dr 10 %, maka kita harus merancang strategi, bagaimana kita dapat memberi manfaat kepada mitra kita, Paling mudah adalah jalin komunikasi dengan membuat komunitas. Cari kebutuhan mitra kita selain uang, dan penuhi kebutuhannya? Komunikasi & relasi adalah yang utama, jadi perbanyaklah tampil dalam forum mitra kerja kita, dan biarkan mereka mengenal kita dan saling mengenal yang lainnya, dan yang paling penting selalu kreatif untuk membuat penawaran yang menarik kepada mitra kita, jangan utamakan fee yang besar, namun utamkan komunikasi & relasi kita. Semoga dapat menemukan ide tersebut. Fokus ke jalinan relasi,dan perbanyak orang mengenal kita karena kita memang ahli dibidangnya.
      Terimakasih

  55. echa aman says:

    ass. saya lulusan S1 Psikologi. tapi saat ini saya bekerja di slh satu perusahaan swasta di bidang listrik. saya pgn bgt mbuka klinik bersalin yg di dlmnya ada psikolog, bidan, perawat dan baby sister… tp bisa ga ya dg modal kecil? kira” brp ya modal yg dbutuhkan untuk pemula spt saya? mohon bantuannya. trmksh

    • doktermoez says:

      Ada 3 modal yang dibutuhkan untuk memulai suatu usaha, modal tempat usaha,modal operasional&promosi, dan modal keterampilan/manajerial agar usaha dapat berkembang&untung. Sudahkah Anda mempunyai salah satu dari ke3 modal tersebut?
      Jika belum cari kepada relasi,sahabat,famili kita, ajak kerjasama, dan bagi hasil dengan mereka. Utamakan untuk bersama.Jangan ambil keuntungan lebih dari 20% untuk diri kita, dan berani untuk bertangung jawab jika usaha kita turun/tidak berhasil. Ayo banyak jalan menuju kemandirian.
      Jika mau kita pasti berhasil

  56. Suyanto says:

    Assalamualaikum. Saya dari manado sudah membeli ebooknya, boleh dibantu saya membutuhkan Bagaimana mendesig klinik yang profesional. Bagaimana dengan struktur organisasi klinik mandiri, job descriptionnya, administrasi yang harus disiapkan serta perencanaan pemasaran. Temgs yah

    • doktermoez says:

      Wa alikum salam. Memang pak jika untuk menjadi profesional memerlukan tool2 tersebut, namun tool2 tersebut harus ada perangkatnya terlebih dahulu agar .Sudahkah kita bisa membuat sistem Marketing, Sistem Kontrol dan sistem SDM dengan baik?
      Untuk struktur klinik mandiri lebih baik dibuat mendatar/flat, jadi satu pimpinan klinik dan langsung membawahi petugas klinik seperti apoteker, dokter,perawat, administrasi,pembantu umum. Pimpinan klinik dapat mengangkat petugas koordinator jaga untuk membantu pengawanannya.
      Terimakasih

  57. nani kristiani says:

    media berbagi ini saya senang bisa tambah teman dan pengalaman , selama ini saya msh pegawai dan mempunyai praktek lebih dari 1 semula saya berharap bisa berjalan dengan dokter lain selain saya , tapi belum berhasil saat ini saya terjebak kondisi pasien lari ke hari saya , saya rasa ada yang harus diperbaiki , tapi saya belum tau cara nya mudah2an saya bisa menemukan perbaikan yang tepat , bagaimana ya,…..

  58. agus says:

    saya seorang perawat disebuah klinik citama depok yang digaji dibawah UMR, saya sedang mengumpulkan modal buat klinik karana cita2 buata klinik.
    1.adakah contoh prop[osal buat klinik dari nol samapi jadinya, aku ga “ngeh” ketika terhalang izin?
    2. ide saya
    -saya mengurus STR dokter agar ada yang mau penanggung jawab klinik tersebut jdai dr dibuat nyaman dulu, ketika saya bincang2 scara kasar nya dr nya mau. saya harus bgaiamana modal saya diwah satu juta?
    -saya pacari dr dulu mudah2an jadi istri saya dengan begitu saya bisa berduet bangun klinik tpi saya maulu terganjal materi jika menikahinya.
    3 berpa jumlah modal yangf diperlukan jika buka klinik ?

  59. winda says:

    setahun kemarin saya mengambil alih sebuah klini sebesar 45 jt dengan perincian isi dari klinik beserta aset klinik ygsudah jalan slama 5 tahun.t karana tersandung izin akhirnya bentuk klinik itu dirubah sblm saya ambil alih mejadi praktek mandiri.akhirnya saya merasa rugi.ketika jatuh tempo utk perpanjangan kontrak bangunan sy tdk bs mmperpanjang utk thn berikutnya jika dr hasil paktek. sbgi tambahan sy praktek hanya dari jam 17.0-21.00. sy memperkerjakan 1 perawat dg gaji 900.skrg tempat praktek saya dtawar org dengan harga 24 juta. apa saya lepas atau sprti apa sebaiknya.mohon saran

    • admin says:

      Terimakasih bu Winda atas pertanyaannya, maaf baru sempat kami balas, dari pertanyaan anda , kami dapat kesimpulan :
      1. Praktiknya tidak menguntungkan
      2. Tempat praktik bermasalah dengan ijin -> kemungkinan ijin yang prinsip seperti HO tidak bisa keluar,kriteria lokasi dr PEmda mungkin bukan daerah perdagangan,jasa/pemukiman
      3.Ibu sudah tidak mempunyai ide lagi mengenai praktik ini mau dibuat rame
      4. Praktek setahun lalu sampai sekarang tidak berkembang ( hanya punya 1 perawat )

      Saran Kami :
      1. Jika ibu masih mempunyai antusias / ketahanan dalam berusaha menjadikan klinik coba cek terlebih dahulu ke pemda bagian perijinan,trus sambil menunggu kepastian ijin di coba tigabulan dibuka praktik mandiri 15 jam dari jam 7.00 sd jam 22.00 dengan jaga praktik sendiri yang digaji, besarnya seperti kita menggaji dokter lain di wilayah itu utk jaga klinik + perawatnya di beri lemburan seolah2 dia perawat klinik, coba cek laba dari praktik mandiri 15 jam tersebut apakah ibu masih mempunyai uang untuk ditabung ? uang yang ditabung = free cash flow =–>> Omset/ penghasilan kotor – (biaya operasional spt atk,listrik,gaji dll+ biaya pembelian logistik + biaya sewa bulanan). Jika ibu masih mempunyai uang yang ditabung berarti lanjut, tinggal menyesuaikan berapa besar biaya untuk mengurus perijinan tersebut, karena di sebagian pemda-pemda untuk perijinan klinik tidak dipersulit karena klinik itu juga membantu dinas kesehatan untuk memikirkan kesehatan di wilayah kerjanya, tinggal biaya negosisinya berapa, jika biaya negosiasinya disusutkan sampai 1 tahun (dibagi 12 bulan), masih bisa menabung tidak? jika masih bisa menabung lanjutkan klinik ini
      2. Jika ibu tidak mempunyai antusias dan tidak punya ide untuk membesarkan klinik ini, kami sarankan untuk dijual saja bu klinik ini, ambil uang 24 juta itu untuk buka praktik di tempat yang lain tapi sekarang harus diamati dan dikerjakan secara sungguh2 bu.

      Demikian jawaban yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat

  60. tompi says:

    Modalnya dari mana?
    Proposalyg diminta pemda menyebutkan “alur dana”, mohon contoh proposal ijinnya.

    • admin says:

      Terimakasih Pak Sulaiman Tompi,
      Sering kita terbentur suatu tembok penghalang jika akan memulai sesuatu termasuk memulai bisnis, tembok itu biasanya terbuat dari pemikiran kita sendiri, perasaan kita sendiri bahkan suatu hal yang namanya zona kenyamanan kita saat ini (ini kata banyak mentor sukses saya lho pak, tidak bermaksud menggurui lho, kita sekedar berbagi ya).
      Modal salah satu merupakan penghalang utama untuk kemajuan kita, namun untuk memulai sesuatu hal kita harus menemukan alasan yang kuat, senangnya apa kalau kita melakukan hal yang kita ingin lakukan, sedihnya apa kalau kita tidak melakukan hal yang kita ingin lakukan. Coba bayangkan jika kita tidak memulai hal tersebut saat ini,apa yang terjadi dengan diri kita, dengan keluarga kita, dengan orang tua yang kita sayangi? Sudahkah kita membahagiakan mereka saat ini? Umur mereka sangat singkat didunia ini, umur mereka kita tidak tahu sampai sejauh mana kita dapat dampingi?
      Jika kita temukan alasan yang sangat kuat untuk memulai sesutu, tembok penghalang setebal apapun kami yakin akan tembus, termasuk permasalahan permodalan..
      Modal dapat dicari dari diri kita sendiri dengan cara mengumpulkan menabung sedikit demi sedikit, bagi pendapatan kita menjadi modal yang akan kita gunakan kelak,
      Selain dari diri kita sendiri modal dapat dicari dari keluarga/kerabat terdekat kita, jangan minta kemereka, buat surat pernyataan hutang yang akan kita bayar kelak, tentukan waktunya kapan kita akan bayar,dan penuhi komitmen tersebut.
      Selain dari keluarga/teman dekat ada yang dari pemodal lain seperti investor, kemitraan, ataupun bank.. untuk mengambil dari permodalan ini kita harus bijaksana karena ini menyangkut nama baik kita, pelajari dulu seluk beluk permodalan ini baru diambil,
      Dan yang paling menarik adalah mendapatkan modal dari properti/rumah yang kita beli tanpa uang, atau bisnis yang kita beli dan kita jual lagi sehingga kita mendapatkan keuntungan untuk permodalan. Hal ini ada dan sangat bisa dipelajari, kami merekomendasikan mencari bukunya pak Cipto Junaidy http://www.ciptojunaedy.com , guru properti kami, atau dari pak James Sastrowijoyo http://www.jamespropertyinvestor.com, mereka bersedia berbagi, ikut training dan workshop mereka.
      Tentang proposal yang diminta pemda merupakan syarat untuk pendirian usaha, jadi pastikan apakah mendirikan usaha klinik memerlukan syarat proposal alur dana tersebut? jika memang tersebut mutlak ( karena di tempat kami hal tersebut optional) lebih baik bertanya kepada petugas perijinan dan contohnya bagaimana, agar tidak berulang kali salah memberikan proposal tersebut sehingga hemat waktu.
      Terimakasih atas sharingnya di sini Pak Tompi, Sukses Selalu untuk anda!!

  61. aryo says:

    maksudnya kita harus berusaha membuka kilinik?apa bedanya dengan praktek mandiri?kukira dari segi keuntungan akan lebih menguntungkan praktek mandiri. lagipula untuk mendirikan klinik butuh 2 dokter. berarti kerjasama yang harus membagi keuntungan bukan?saya lihat klinik 24 jam tanpa plang dokter keliatannya agak tidak dipercaya msayarakat.jadi kira2 apa seh keuntungan klinik?bisa kita kembangkan kearah mana?

    • admin says:

      Terimakasih atas sharingnya dr.Aryo, kami disini hanya ingin berbagi pengalaman dan bukan berarti kami lebih pandai atau lebih benar dari TS. Menurut guru-guru bisnis saya ( Adam Khoo dan Mr.Tung Desem) yang dinamakan pendapatan adalah hasil dari nilai tambah dikalikan dengan waktu dan dikalikan dengan faktor kali/skalabilitas.
      Pendapatan=Nilai Tambah x Waktu x Faktor kali/skalabilitas
      Jadi jika ingin pendapatan kita lebih banyak kita harus memenuhi kriteria itu lebih banyak, yakni lebih banyak nilai tambah yang kita harus tawarkan, lebih banyak waktu yang kita gunakan dan lebih banyak faktor kali yang kita manfaatkan.
      Apakah harus membuka klinik, tentu jawabannya tergantung seberapa besar hasrat kita untuk sukses dengan kendaraan pendapatan yang namanya klinik ini.
      Apa bedanya dengan praktik mandiri? dalam klinik kita sudah menggunakan 2 faktor untuk mengungkit pendapatannya yakni kita mendapatkan lebih banyak waktu (dengan klinik kita bisa on/siaga terus selama 24 jam sehari ) dan bisa membuat faktor kali untuk kita manfaatkan, dengan cara menggunakan tenaga orang lain, yang jelas kita harus bisa menambahkan nilai tambah disini agar klinik kita ramai dan menghasilkan banyak pendapatan untuk berbagi.
      Menurut kami lebih baik memancing & berbagi ikan besar dikolam yang banyak ikan besarnya yang kelaparan,daripada memancing dikolam yang banyak ikan besarnya tapi ikannya tidak kelaparan dan kita tidak punya alat untuk menangkap ikan besarnya.
      Klinik 24 jam tidak dipercaya masyarakat karena masyarakat sudah pintar, dan tidak mau dibohongi untuk kedua kalinya, kunci agar masyarakat mau masuk ke klinik 24 jam yakni dengan memperbaiki citra klinik 24 jam tersebut, nah ini yang merupakan tugas kita bersama, perbaiki citra klinik 24 jam yang lebih profesional dan mandiri.
      Kenapa klinik 24 jam tidak bisa berkembang? karena pegawai klinik tersebut tidak bisa memiliki hasrat yang sama untuk membesarkan klinik tersebut, kuncinya adalah rekrut orang-orang yang mempunyai hasrat yang sama untuk membawa klinik itu maju.
      Kearahmana klinik akan dikembangkan? Kami mempunyai impian Klinik seperti indomart/alfamart, dimana-mana ada dan melakukan pelayanan yang standar, dengan harga yang terjangkau, membantu banyak umat untuk sehat, dan membantu pemerintahan untuk memikirkan masyarakat sehat, karena beban pemerintah sudah terlalu berat untuk memikirkan banyak hal termasuk kesehatan, kini saatnya dokter mandiri ikut berperan untuk membangun negeri.
      Yang Jelas menjadi dokter mandiri tidak harus mendirikan klinik, klinik hanya sebatas kendaraan untuk menaikkan faktor kali dan faktor waktu. Untungnya apa? setelah kita memahami apa yang namanya mandiri dengan mempekerjakan banyak orang dan bertanggungjawab apa yang kita kerjakan, insyaalloh kita tidak perlu berpikir apa yang akan kita dapat? rugi/untung?
      Terimakasih dr.Aryo sharingnya, mohon maaf jika kurang berkenan dan sukses untuk anda!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>